PT Best Profit Futures Surabaya

Waspadai Lonjakan Harga Pangan di Bulan Juli

Best Profit Futures –  

Guru Besar Universitas Lampung (Unila) Bustanul Arifin mengingatkan potensi lonjakan harga pangan pada Juli 2014.

Penyebabnya karena rendahnya tingkat produksi pangan di dalam negeri hingga tekanan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Bustanul menerangkan, selain itu rendahnya kapasitas produksi global akibat gangguan perubahan iklim menjadi pemicunya sebagai faktor eksternal.

“Alasannya itu ada laporan dari BMKG dan dari International Research Institute for Climate and Society dari Columbia University bahwa bulan Juli kemungkinan kemarau.

Karena kalau sudah ada kemarau (apa lagi panjang) ada kemungkinan produksi turun.

Kalau produksi turun jelas potensi harga akan naik dan saya kira cukup besar,” katanya di Kampus IPB, Bogor, Rabu (28/5/2014). (Best Profit Futures)

Potensi kenaikan terjadi untuk sejumlah komoditi pangan yang pemenuhannya masih bergantung pada impor dari luar negeri seperti kedelai, jagung, beras, dan gula.

“Tahun ini sepertinya akan melonjak. Paling tidak kedelai dan jagung yang kita impor. Mungkin juga beras. Gula juga kan asosiasi gula Indonesia

sudah mengumumkan kalau target produksi tidak tercapai sehingga sangat mungkin harga juga akan melonjak,” katanya.

Menurutnya secara pengalaman, kondisi harga pangan 2014 akan mirip dengan kenaikan harga yang terjadi di tahun 2012.

Pada waktu itu, harga kedelai melonjak lantaran kekeringan panjang yang melanda Amerika Serikat yang merupakan salah satu penyuplai utama kedelai ke Indonesia. (Best Profit Futures)

“Kalau produksi tahun 2013, produksi sih normal, cuma karena ada depresiasi rupiah jadinya harga yang masuk ke Indonesia tetap tinggi,” kata dia.

Bustanul mengatakan potensi lonjakan harga perlu diantisipasi serius oleh pemerintah meskipun sedang berada di tengah masa transisi pergantian jelang Pemilihan Umum (Pemilu).

“Dengan posisi seperti itu, saya berharap pemerintah walaupun dalam masa transisi, harus serius untuk mengantisipasi itu apapun walaupun mau Pilpres,

apapun mereka pekerjaan rutin tetap harus jalan. Jangan sampai di belakang kedodoran kalau bobol, bisa bahaya betul,” kata Bustanul. (Best Profit Futures)

Pasalnya, bila lonjakan harga ini tidak diantisipasi sejak awal maka situasi ini akan dimanfaatkan oleh para spekulan, sehingga kenaikan harga akan lebih sulit ditanggulangi.

“Antisipasi itu sifatnya sangat psikologis daripada kita tidak punya persiapan itu rentan dibuat spekulasi. Tapi kalau antisipasinya

dibuat dan ada keyakinan kalau stok aman kemungkinan besar gangguan spekulan dapat dicegah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah melakukan koordinasi untuk memaksimalkan peran tim pengendali inflasi daerah.

“Pemerintah pusat tidak bisa kerja sendiri perlu kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah daerah. Manfaatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

karena dia yang bisa konsisten memantau pergerakan harga dari hari ke hari,” katanya. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com