PT Best Profit Futures Surabaya

Wall Street Mixed Terbebani Saham Apple

Best Profit Futures – Saham-saham di bursa Wall Street rata-rata berakhir negatif mengikuti pelemahan saham Apple yang menyeret Nasdaq ke zona merah.

Investor juga menahan diri dalam bertransaksi jelang pertemuan European Central Bank (ECB).

Saham Apple anjlok 4,2% ke level US$ 98,94 per lembar. Ini merupakan koreksi terdalamnya sejak 28 Januari. Koreksi saham ini terjadi gara-gara sentimen layanan iCloud yang bisa dibobol hacker. (Best Profit Futures)

Padahal Apple sebentar lagi akan meluncurkan iPhone seri terbaru.

Koreksi saham Apple ini menular ke saham-saham teknologi lainnya membuat indeks sektor teknologi di S&P 500 turun 0,7%.

“Pasar berhenti menguat hari ini. Semua data ekonomi di garis depan terlihat baik, tapi ada sedikit aksi tunggu jelang pertemuan ECB,” kata Douglas Cote,

analis strategi pasar dari Voya Investment Management di New York, seperti dikutip Reuters, Kamis (4/9/2014).

Bank sentral Eropa akan menggelar pertemuan bulanan Kamis waktu setempat. Investor akan menanti hasil pertemuan tersebut, terutama soal kabar program pembelian obligasi.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones naik tipis 10,72 poin (0,06%) ke level 17.078,28.

Indeks S&P 500 turun tipis 1,55 poin (0,08%) ke level 2.000,73. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 25,62 poin (0,56%) ke level 4.572,57.

  (Best Profit Futures)

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan

yang kuat kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo. Lebih dari 500 perusahaan pada indeks acuan

akan dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba, yang akan diumumkan pada hari Senin. Yen menguat

terhadap dolar untuk hari kedua setelah FBI mengatakan pada Jumat itu menemukan e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton. (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen,

menurut sebuah jajak pendapat dari ABC News / Washington Post. Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung

mendukung pengungkapan terbaru Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey, sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar,

mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini. Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada Senin ini,

termasuk Honda Motor Co, Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com