PT Best Profit Futures Surabaya

Wall Street ditutup di zona merah

Best Profit Futures – Bursa AS ditutup memerah pada akhir transaksi tadi malam (20/5). Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor’s 500 turun 0,7% menjadi 1.872,83. Sedangkan indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 0,8% menjadi 16.374,31.

Penurunan juga terlihat pada indeks Russell 200 yang tergerus 1,5%. Transaksi tadi malam melibatkan 5,7 miliar saham atau lebih rendah 13% ketimbang volume transaksi rata-rata tiga bulanan.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa AS. Beberapa di antaranya yakni: Staples Inc yang anjlok 13%, Urban Outfitters terpangkas 8,8%, dan Caterpillar Inc mencatatkan penurunan terbesar di saham-saham berbasis industri.

(Best Profit Futures)

Menurut Brad McMillan, chief investment officer Commonwealth Financial Network, apa yang terjadi di pasar saham merupakan evaluasi ulang atas prospek kinerja emiten oleh investor. “Pertanyaannya bukan apakah kita akan terus tumbuh? Karena kita memang kita tumbuh. Tapi pertanyaannya adalah apakah pertumbuhan yang terjadi secepat yang kita pikirkan?” ungkapnya. (Best Profit Futures)

Emas naik, memangkas penurunan terbesar tiga hari di lebih dari satu tahun, setelah dolar melemah dari level tertinggi sembilan bulan dan karena investor berhenti sejenak untuk menilai arah kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,8 persen menjadi $ 1,231.41 per ons dan berada di level $ 1,227.69 pada pukul 09:57 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam telah melonjak dari kerugian 4,4 persen sejak pemilu, penurunan terbesar dalam tiga hari sejak Juli tahun lalu. Indeks Bloomberg Dollar Spot turun 0,2 persen setelah ditutup pada level tertinggi sejak Februari, pada Senin kemarin.

kemerosotan emas ke level terendah lima bulan muncul karena investor menilai janji Trump untuk memotong pajak dan menghabiskan ke sektor infrastruktur sebagai hal positif untuk pertumbuhan dan inflasi, yang dapat menyebabkan percepatan laju kenaikan suku bunga dalam perekonomian terbesar di dunia. Sekarang pedagang melihat peluang kenaikan pada pertemuan Federal Reserve tanggal 13-14 Desember sebesar 92 persen.

Namun, logam mungkin telah jatuh terlalu cepat, menurut sinyal teknis. Pada hari Senin, indeks kekuatan relatif 14-hari emas, yang mengukur momentum, di bawah tanda 30 yang menunjukkan telah oversold.

Sumber dari http://investasi.kontan.co.id