PT Best Profit Futures Surabaya

Wacana Kenaikan BBM Bikin Rupiah Galau

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih bergerak stagnan di level Rp12.000 per USD.

Maraknya sentimen membuat pergerakan Rupiah melambat.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penyebab melambatnya pergerakan Rupiah salah satunya adalah ketidakpastian wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Ketidakpastian pemerintah dalam mengambil keputusan tersebut, secara otomatis mempengaruhi nilai Rupiah karena menunggu kebijakan tersebut.

“Pasar menunggu kepastian naik atau tidaknya BBM, ya otomatis Rupiah bergerak sideway,” tutur David saat dihubungi Okezone, Rabu (BEST PROFIT FUTURES).

David menambahkan, jika harga BBM naik secara signifikan akan berdampak positif terhadap reaksi pasar. Sebaliknya, jika kenaikan harganya kecil Rupiah tidak akan bergerak signifikan.

“Diperkirakan besok nilai tukar Rupiah akan tetap mandek diangka Rp12.100-Rp12.200 per USD,” ungkapnya.

Selain itu, ia meyakini pergerakan ekonomi China yang melambat juga akan mempengaruhi nilai tukar Rupiah. Hal itu karena

China merupakan negara tujuan utama ekspor Indonesia, ekspor ke China menyumbang 12 persen dari total ekspor Indonesia.(BEST PROFIT FUTURES).

“Jika China mengalami penurunan ekonomi, maka akan berdampak penurunan jumlah ekspor ke sana,” jelasnya.

Emas naik untuk hari keempat untuk perdagangan dekat dua minggu tertinggi menjelang peninjauan kebijakan pada Bank

Sentral Eropa yang mungkin menjelaskan prospek untuk program pelonggaran kuantitatif dan kepemilikan investor dana yang diperdagangkan di bursa diperluas lagi.(BEST PROFIT FUTURES).

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 % ke level $ 1,273.19 per ons, dan berada di level $ 1,271.56 pada pukul 1:04 siang waktu Singapura,

menurut harga dari Bloomberg. Logam ini menguat ke level $ 1,273.45 pada hari Rabu, level tertinggi sejak 5 Oktober dan itu naik 1,7 % selama minggu ini karena pelemahan dolar.

Emas telah rally 20 % pada tahun ini, didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter di seluruh dunia. Ekonom yang disurvei oleh Bloomberg mengatakan

Presiden ECB Mario Draghi tidak mungkin untuk mengumumkan langkah-langkah baru sebelum bulan Desember, meskipun pertumbuhan dan inflasi tetap lemah.(BEST PROFIT FUTURES).

Di AS, kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunda di bulan Desember adalah 64 %, turun dari sebelumnya 68 % pada minggu lalu,

setelah sebuah laporan menunjukkan inflasi inti AS naik kurang dari yang diperkirakan.

Sumber dari http://economy.okezone.com