PT Best Profit Futures Surabaya

Utang Pemerintah November 2014 Naik Tipis Jadi Rp 2.608 Triliun

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Hingga November 2014, total utang pemerintah pusat tercatat Rp 2.608,14 triliun. Naik dibandingkan posisi bulan sebelumnya yaitu Rp 2.601,16 triliun.

Sebagian besar utang pemerintah adalah dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN). Sampai November 2014, nilai penerbitan SBN mencapai Rp 1.934,82 triliun (74,2% dari total utang pemerintah).

Sementara pinjaman (baik bilateral maupun multilateral) tercatat Rp 673,32 triliun atau 25,8% dari total utang pemerintah. Demikian dikutip detikFinance dari data Ditjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Jumat (BEST PROFIT FUTURES).

Dibandingkan Oktober 2014, posisi utang dari SBN mengalami peningkatan. Pada Oktober, posisi utang SBN adalah Rp 1.927,58 triliun.

Namun, posisi pinjaman dibandingkan September 2014 mengalami penurunan. Pada Oktober, nilai pinjaman adalah Rp 673,32 triliun.(BEST PROFIT FUTURES).

Berikut perkembangan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sejak tahun 2000:

2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
2013: Rp 2.371,39 triliun (28,7%)
November 2014: Rp 2.608,14 triliun (25,6%)

Bursa saham Jepang naik karena yen melemah setelah risalah dari Federal Reserve memberi dukungan terhadap dolar, meningkatkan prospek pendapatan eksportir seperti Toyota Motor Corp. dan Sony Corp.(BEST PROFIT FUTURES).

Indeks Topix naik 0,6 persen menjadi 1,350.18 pada pukul 09:03 pagi di Tokyo, dengan empat saham menguat untuk setiap satu saham yang turun. Indeks Nikkei 225 menguat 0,6% menjadi 16,943.72. Yen melemah 0,2% untuk hari kedua ke level 104,38 karena dolar naik ke level tertinggi tujuh bulan setelah rilis risalah dari pertemuan Federal Open Market Committee pada bulan September menunjukkan keputusan untuk menunggu sebelum menaikkan suku bunga AS adalah sebuah “close call.”

Pedagang mempertahankan spekulasi mereka terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir tahun stabil, di 68 persen, setelah rilis risalah pertemuan FOMC.(BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://finance.detik.com