PT Best Profit Futures Surabaya

Usai Tutup Dolly, Pemkot Surabaya Waspadai Kos

Best Profit Futures – Pemerintah Kota Surabaya mewaspadai berubahnya modus baru prostitusi di tempat kos. Sebagai langkah antisipasi, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Surabaya pun menggelar razia di tempat kos kawasan eks-lokalisasi Dolly-Jarak.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan ada indikasi tempat kos menampung pekerja seks komersial dan tetap membuka praktek prostitusi. “Ada indikasi mereka yang tetap beroperasi ditampung di kos-kosan,” kata Irvan pada Tempo, Kamis, 31 Juli 2014. (Best Profit Futures)

Beberapa rumah kos di Jalan Putat Jaya Lebar memang menjadi sasaran razia petugas gabungan dari Satpol PP, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat serta Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya. Setelah razia wisma dan usaha karaoke, mereka pun mencari rumah kos yang berubah fungsi.

Hasilnya, ada tiga perempuan penghuni kos di Putat Jaya gang 8B ditangkap. Ketiganya diduga pekerja seks komersial asal Kediri, Blitar, dan Lumajang. “Sekarang mereka masih diinterogasi untuk diidentifikasi, apakah baru datang atau sudah lama di situ,” kata Irvan. (Best Profit Futures)

Mendatang, pihaknya akan meminta Camat Sawahan, Lurah Putat Jaya dan Komandan Rayon Militer 0832/1 Sawahan untuk menginventarisir tempat kos yang selama ini menjadi kawasan penyangga di lokalisasi Dolly-Jarak. Pendataan dilakukan untuk mengetahui seluruh penghuni kos, asal dan pekerjaan mereka. Nantinya juga akan dibuat software oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya sehingga para pekerja seks komersial yang sudah masuk dalam data bisa dikroscek. “Software masih akan dibuat, tapi pendataan sudah jalan. Dan ini dilakukan unlimited,” kata Irvan.

Kepala Bakesbang Linmas Kota Surabaya Soemarno menambahkan Satpol PP dan Bakesbang Linmas akan terus mengawasi kawasan eks-lokalisasi Dolly-Jarak.

  (Best Profit Futures)

Mendatang, pihaknya akan meminta Camat Sawahan, Lurah Putat Jaya dan Komandan Rayon Militer 0832/1 Sawahan untuk menginventarisir tempat kos yang selama ini menjadi kawasan penyangga di lokalisasi Dolly-Jarak. Pendataan dilakukan untuk mengetahui seluruh penghuni kos, asal dan pekerjaan mereka. Nantinya juga akan dibuat software oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya sehingga para pekerja seks komersial yang sudah masuk dalam data bisa dikroscek. “Software masih akan dibuat, tapi pendataan sudah jalan. Dan ini dilakukan unlimited,” kata Irvan.

Kepala Bakesbang Linmas Kota Surabaya Soemarno menambahkan Satpol PP dan Bakesbang Linmas akan terus mengawasi kawasan eks-lokalisasi Dolly-Jarak. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://www.tempo.co/