PT Best Profit Futures Surabaya

Usai Libur Panjang Lebaran, IHSG Terkoreksi Dalam

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi lebih dari 2% di hari pertama perdagangan pasca-libur panjang Lebaran tahun ini. Sejumlah analis kompak

mengatakan hal ini disebabkan oleh akumulasi sentimen baik dari eksternal maupun internal yang terjadi sepanjang libur Lebaran kemarin.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan selama bursa Indonesia libur sekitar

tujuh hari perdagangan, banyak sekali perubahan yang terjadi di pasar global, PT BESTPROFIT

di antaranya kembali naiknya suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) sebanyak 25 basis poin (bps), semakin meruncingnya perang dagang antara AS dengan

China yang mengakibatkan bursa regional turun tajam, serta berjatuhannya harga komoditas, kecuali batu bara yang naik 1.09%. BESTPROFIT

“Di samping itu ternyata EIDO (EFT dengan aset dasar saham Indonesia yang ditransaksikan di Wall Street) juga turun tajam 7,6%. BEST PROFIT

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah rupiah terhadap dolar AS yang masih melemah dan tidak jauh dari Rp 14.000, rencana dua kali lagi The Fed akan menaikkan FFR,

direspons Bank Indonesia dengan kembali menaikkan 7 Day Repo Rate di 28 Juni nanti,”

terang Edwin kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Rabu (20/6).

Kendati demikian, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya menilai kinerja IHSG yang merosot pada perdagangan hari

Rabu kemarin merupakan hal yang biasa. Ia membenarkan kemerosotan tersebut merupakan gambaran akumulasi dari sentimen negatif selama libur panjang Lebaran.

“Indeks naik-turun itu biasa. Yang perlu di-highlight itu value transaksi perdagangan hari ini setelah liburan, belum sampai sehari tapi sudah 8,6 triliun.

Ini yang luar biasa, artinya begitu perdagangan dibuka langsung banyak yang bertransaksi.

Memang yang jual banyak, tetapi yang beli juga banyak,” ujar Alpino kepada CNBC Indonesia saat dihubungi Rabu (20/6).

Sumber : Detik