PT Best Profit Futures Surabaya

Trump vs Xi Jinping: Dulu Ancam Putus Hubungan Kini Minta Bantuan

Saat hubungan Amerika Serikat (AS) dan China memanas, Presiden AS Donald Trump sempat mengancam putus hubungan. Namun, Trump kini justru disebut meminta bantun ke China. BEST PROFIT

Mulanya, pada bulan Mei, Trump sempat mengancam akan menarik diri dari kesepakatan dagang dengan China. Ada kesepakatan dagang parsial yang ditandatangani Januari lalu, yang menandai gencatan senjata dalam perang dagang kedua negara.

Para pejabat AS tengah mencari cara untuk menghukum China dan meminta kompensasi atas segala kerugian yang disebabkan pandemi Corona. Pada Selasa (12/5/2020) lalu, para Senator Republikan mengajukan legislasi yang akan memberikan wewenang kepada Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap China, jika negara itu tidak memberikan pertanggungjawaban penuh terkait pandemi Corona. PT BESTPROFIT FUTURES

Jelang akhir pekan ini, muncul kabar terbaru soal ketegangan AS-China. Trump menyatakan dirinya tidak ingin bicara dengan Presiden China, Xi Jinping. Trump memperingatkan bahwa dirinya bisa saja memutus hubungan AS dengan China terkait cara penanganan pandemi virus Corona (COVID-19).

“Saya memiliki hubungan sangat baik (dengan Xi), tapi saya — saat ini saya tidak ingin bicara dengannya,” ucap Trump merujuk pada Presiden Xi dalam wawancara dengan media AS, Fox Business, dilansir AFP, Jumat (15/4).

“Saya sangat kecewa pada China. Saya beritahu Anda hal itu sekarang,” tegasnya.

Saat ditanya bagaimana AS akan bertindak, Trump tidak memberikan jawaban spesifik, namun menyampaikan komentar bernada ancaman. “Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa melakukan sesuatu. Kita bisa memutuskan seluruh hubungan,” tegasnya. PT BESTPROFIT

“Jika Anda melakukannya, apa yang akan terjadi?” imbuh Trump. “Anda akan menyelamatkan US$ 500 miliar jika Anda memutus seluruh hubungan,” sebutnya.

Beberapa pekan terakhir, Trump menuduh China menutupi skala sebenarnya dari wabah virus Corona, yang akhirnya menyebar luas ke berbagai negara dan kini menewaskan lebih dari 300 ribu orang secara global. China membatas keras tuduhan itu dan bersikeras menyatakan pihaknya telah memberikan semua data yang ada sesegera mungkin kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Mereka bisa menghentikannya di China yang menjadi asalnya. Tapi itu tidak terjadi. Sungguh menyedihkan apa yang terjadi pada dunia dan pada negara kita, dengan semua kematian yang ada,” imbuh Trump. BESTPROFIT

Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, menyampaikan bantahan keras dalam wawancara dengan Sky News. “Tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali. China adalah korban. China bukanlah pelaku,” tegasnya.

Sumber : detik