PT Best Profit Futures Surabaya

Trump Tunda Rencana Pertemuannya dengan Putin Tahun Ini

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES Pihak Gedung Putih memastikan bahwa pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin tak jadi digelar pada tahun ini.

Penasihat keamanan nasional Trump, John Bolton menuturkan, pertemuan tersebut akan dilakukan usai penyelidikan dugaan kolusi tim kampanye

Trump dengan Rusia di Pilpres 2016 atau dikenal dengan sebutan ‘perburuan penyihir’ berakhir. PT BESTPROFIT

“Presiden percaya bahwa pertemuan bilateral berikutnya dengan Presiden Putin harus dilakukan setelah ‘perburuan penyihir’ Rusia berakhir. BESTPROFIT

Jadi kami sepakat bahwa itu akan dilakukan setelah tahun pertama,” kata Bolton dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir dari CNN, Kamis (26/7/2018). BEST PROFIT

Tak hanya itu, Bolton mengungkapkan, cukup mengagetkan saat juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders memposting bahwa saat itu tengah berlangsung pertemuan antara dua staf dewan keamanan.

Namun, pihak Moskow mengaku belum menerima pemberitahuan terkait pembatalan pertemuan antara Trump dan Putin di hari sebelum jadwalkannya pertemuan tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Trump telah meminta penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton, untuk mengundang Presiden Putin akhir tahun 2018.

“Presiden Trump meminta @Ambjohnbolton untuk mengundang Presiden Putin ke Washington di musim gugur dan pembicaraannya sudah berlangsung,” kata juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders di akun Twitter pribadinya.

Sedangkan Demi Karier Politik, Ivanka Trump Tutup Bisnis Fashionnya

Kabar mengejutkan datang dari Ivanka Trump. Putri pertama Presiden AS Donald Trump itu memutuskan untuk menutup label fashionnya.

Ivanka Trump meluncurkan label busananya pada 2014. Setelah ayahnya terpilih sebagai presiden, ia menyerahkan segala urusan bisnis ke rekanannya agar dapat fokus menjalankan tugasnya sebagai penasihat senior presiden.

Dan tampaknya, ibu tiga anak ini semakin menseriusi perannya di dunia politik dengan menutup bisnis fashionya.

“Setelah 17 bulan di Washington, saya tidak tahu kapan bisa kembali lagi berbisnis. Tapi saya tahu bahwa masa depan saya terfokus pada pekerjaan di Washington.

Jadi, keputusan ini cukup adil bagi tim dan mitra saya,” kata Ivanka dalam pernyataan resminya terkait rencana ‘gulung tikar’ tersebut.

Kontroversi yang mewarnai sosok Donald Trump semasa kampanye dan kepresidenannya sempat berdampak pada bisnis Ivanka.

Muncul gerakan dan dorongan dari berbagai pihak untuk memboikot produk Trump dan kroninya, termasuk label Ivanka Trump.

Menurut laporan Wall Street Journal, penjualan produk Ivanka secara daring (online) menurun hampir 45 persen sejak awal tahun hingga Juni 2018.

Namun, juru bicara Ivanka Trump memastikan, penutupan tersebut tak terkait dengan performa penjualan yang buruk.

“Keputusan tersebut didasari oleh komitmen Ivanka untuk tetap di Washington,” kata sang jubir seperti dikutip CNN.

Dikabarkan sebelumnya, Hudson’s Bay Company, perusahaan ritel yang juga menaungi department store Saks Fifth Avenue dan Lord & Taylor untuk kawasan Kanada, memutuskan untuk menghentikan penjualan produk keluaran label Ivanka.

Pemberlakukan kebijakan tersebut muncul setelah penetapan tarif dagang Trump yang dinilai merugikan Kanada. Kondisi tersebut kian diperburuk dengan pernyataan Presiden Trump yang dianggap merendahkan Perdana Menteri Justin Trudeau.

Meski Hudson’s Bay Company hanya menyebut performa penjualan produk Ivanka yang buruk menjadi alasan utamanya, banyak yang berasumsi ramainya kampanye pemboikotan dan desakan masyarakat turut ambil andil.

“Terima kasih Hudson’s Bay karena telah mengeluarkan produk Ivanka Trump. Dia tidak boleh bertambah kaya dari uang perempuan Kanada,” kicau seorang netizen di Twitter.

Fokus menjadi penasehat kepresidenan, Ivanka Trump memang telah menyerahkan urusan labelnya kepada orang lain. Namun, ia tetap berhak menerima royalti dari penjualan produknya. Menurut laporan The New York Times, Ivanka mengantongi pemasukan sebesar US$ 5 juta dari bisnis fashionnya tahun lalu.

Sumber : Detik