PT Best Profit Futures Surabaya

Trump Larang Penggunaan Peranti Senjata Api “Bump Stock”

PT Bestprofit
PT BESTPROFIT FUTURES – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah larangan peranti senjata api bernama bump stock, yang mengubah kemampuan senapan semi-otomatis menjadi seperti senapan otomatis.

Berbicara di Gedung Putih, Trump menyatakan telah memerintahkan Departemen Kehakiman untuk mengajukan aturan yang menjadikan pembelian dan penjualan bump stock ilegal.  PT BESTPROFIT

Dia juga akan membahas terkait keamanan sekolah pada pekan ini, mengingat pada pekan lalu, seorang remaja berusia 19 tahun menembak mati 17 orang di sebuah SMA di Florida. BESTPROFIT

Insiden penembakan massal di sekolah ini memicu unjuk rasa menuntut pengetatan hak membawa senjata api.

“Kami harus berbuat lebih banyak untuk melindungi anak-anak kita,” ujar Trump, Selasa (20/2/2018). BEST PROFIT

Bump stock merupakan aksesoris senjata api yang dapat meningkatkan kemampuan senapan semi-otomatis.

Alih-alih menekan pemicu setiap kali hendak menembak, seorang pengguna senapan semi-otomatis yang menggunakan bump stock,

hanya menahan pemicu dengan jarinya sehingga peluru menyembur secara kontinyu seperti layaknya senapan otomatis.

Harga bump stock berkisar 100 dollar AS atau Rp1,3 juta, dan bisa dibeli tanpa melalui pemeriksaan latar belakang.

Aksesoris ini digunakan oleh pria pelaku penembakan di Las Vegas, pada Oktober 2017, yang menewaskan 58 orang dan mencederai lebih dari 500 orang.

Hasil analisa audio menunjukkan, senjata milik pelaku bernama Stephen Paddock, mampu memuntahkan 90 peluru dalam 10 detik dari kamarnya di Mandalay Bay Resort and Casino.

Sejumlah pakar menilai Paddock, yang bunuh diri seusai melakukan serangan.

Insiden penembakan diyakini tidak aakan bisa menimbulkan korban sedemikian banyak tanpa penggunaan bump stock.

Pembatasan usia

Gedung Putih mengindikasikan terbuka pada gagasan pembatasan usia bagi pembelian senapan penyerbu jenis

AR-15, sebagaimana yang digunakan dalam penembakan di Florida.

“Saya pikir itu jelas suatu bahan untuk kami bahas dan kami berharap mencapai hasilnya dalam dua pekan mendatang,” kata juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders.

Pada akhir pekan lalu, Trump mendukung rancangan undang-undang bipartisan yang disusun untuk

memperbaiki langkah pemeriksaan sebelum seseorang bisa membeli senjata api.

RUU itu dimaksudkan untuk menambal celah pada sistem pemeriksaan latar belakang kriminal

FBI yang digunakan memproses 25 juta pengajuan hak memiliki senjata tahun lalu.

Beragam celah pada sistem itu terungkap, setelah insiden penembakan di sebuah gereja di Texas tahun lalu dan penembakan di Florida, pekan lalu.

Pada penembakan di Florida, pelakunya diduga punya latar belakang gangguan mental dan perilaku.

Sumber : Kompas