PT Best Profit Futures Surabaya

Trump, Clinton Saling Serang Soal Keamanan Nasional

Best Profit
Best Profit Futures – Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump dan saingannya Hillary Clinton dari Partai Demokrat saling mengkritik dengan keras,

sehari setelah sebuah forum yang disiarkan melalui televisi mengenai keamanan nasional menempatkan masing-masing calon dalam sorotan yang tajam.

Tampil di sebuah sekolah di Cleveland, Ohio,

Trump mengatakan penampilan Clinton Rabu malam (7/9) itu lebih membuktikan bahwa dia tidak cocok menjadi Panglima Tertinggi.

Trump mengatakan Clinton terus menolak bertanggung jawab atas kebijakannya œyang gagal di Timur Tengah sebagai menteri luar negeri. (Best Profit Futures)

Dia menyebut Clinton “sangat senang” menyerang negara-negara dan menggulingkan rezim, sehingga mengakibatkan “kehancuran dan kematian” di Libya, Irak, dan Suriah.

Ketika menjadi menlu, Clinton menjalankan usaha kriminal, kata Trump,

dengan memberikan hadiah kepada para donor Yayasan Amal Clinton, dan menuduh Clinton menghancurkan telepon dengan palu untuk menyembunyikan bukti dari para penyelidik.(Best Profit Futures)

Trump mengisyaratkan bahwa orang-orang yang mendukung Clinton sebagai presiden adalah “orang goblok.”

Clinton mengatakan dalam rapat umum di Charlotte,

North Carolina bahwa komentar Trump bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin “jauh lebih baik” sebagai seorang pemimpin dibandingkan Presiden Barack Obama “mengejutkannya.”

“Itu bukan hanya tidak patriotik, bukan hanya menghina Presiden yang memegang jabatan. Itu menakutkan, dan berbahaya,” katanya.

Clinton juga mencemooh yang disebut “rencana rahasia ” Trump untuk mengalahkan kelompok militan Negara Islam (ISIS).

Dia mengatakan itu rahasia karena Trump sebetulnya tidak punya rencana.

Clinton mencela Trump karena berkomentar di depan umum Rabu malam mengenai arahan rahasia tentang keamanan nasional yang diberikan kepada para calon presiden.

Sedangkan Australia Pertahankan Rate di Rekor Terendah; RBA Menimbang Inflasi dan The Fed

Bank sentral Australia mempertahankan tingkat suku bunga sebagai pembuat kebijakan menunggu data inflasi lebih lanjut serta langkah Federal Reserve AS selanjutnya(Best Profit Futures)(Best Profit Futures)

Dalam pertemuan terakhirnya, Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens dan dewan direksinya mempertahankan suku bunga di 1,5 persen pada hari Selasa, seperti perkirakan oleh 26 ekonom yang disurvei.

Bank sentral telah memotong suku bunnga sebannyak dua kali dalam empat bulan terakhir dan pedagang melihat sedikit kesempatan

pelonggaran lebih lanjut sampai setelah rilis data kuartal ketiga harga konsumen di akhir Oktober.

“Dengan pertumbuhan ekonomi berada di kecepatan yang moderat RBA memiliki waktu untuk menunggu dan menilai dampak dari pemotongan suku bunga di bulan Agustus terhadap prospek inflasi,”

Gareth Aird, ekonom dari Commonwealth Bank of Australia, yang mengatakan sebelum keputusan. Data produk domestik bruto pada hari Rabu diperkirakan menunjukkan ekspansi dekat dengan rata-rata nasional selama 30 tahun.

Ekonomi Australia sedang didukung oleh peningkatan ekspor sumber daya,

meningkatnya konstruksi perumahan serta uptick dalam pariwisata dan pendidikan dibantu oleh mata uang yang jatuh dari tingginya lonjakan pertambangan.

Tapi pertumbuhan upah yang anemik dan lemahnya inflasi mengisyaratkan banyaknya kapasitas cadangan dimana,

bersama dengan dampak dari suku bunga nol atau negatif di Jepang dan Eropa, mendorong bank sentral pada bulan lalu membawa biaya pinjaman ke rekor rendah.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg