PT Best Profit Futures Surabaya

Toyota Pasarkan Teknologi Anti Tabrakan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Toyota Motor Corporation akan memasarkan peranti teknologi aktif pencegah tabrakan mulai 2015. Perangkat tersebut akan dipasarkan ke berbagai negara.

Seperti dilansir laman Autonews, Kamis (27/11/2014), pernyataan Toyota menyebut,

peranti dengan teknologi keamanan aktif itu wujudnya beragam. Mereka terdiri dari sistem pengereman canggih, pemandu parkir generasi terbaru,

lampu utama adaptif hingga sistem deteksi antara kendaraan dengan lingkungan sekitar termasuk pejalan kaki.

“Toyota mulai meluncurkan teknologi itu pada awal 2015. Dan saat ini (BEST PROFIT FUTURES)

kami telah memperkenalkannya,” tutur Chief Safety Technology Officer, Moritaka Yoshida.

Perangkat berteknologi keamanan aktif yang segera diluncurkan ke pasar adalah sistem komunikasi parkir otomatis, sistem komunikasi atau deteksi antar kendaraan,

dan perangkat pengereman otomatis pencegah tabrakan. Untuk tahap awal, perangkat itu dipasarkan di Jepang.

“Setelah itu dipasarkan ke negara lain termasuk Amerika Serikat,” ujar Yoshida.(BEST PROFIT FUTURES)

Namun, Toyota tak menjelaskan soal harga dan hanya menyatakan harga produk tersebut sangat terjangkau. Selain itu perangkat

tersebut bisa digunakan di produk massal buatan Toyota atau produk terbaru Toyota yang akan dipasarkan.

Selama ini, mobil buatan Toyota telah menggunakan teknologi keamanan pasif untuk mengurangi risiko fatal akibat tabrakan seperti teknologi pada bodi mobil,

sabuk pengaman, dan lain-lain.(BEST PROFIT FUTURES)

Namun, sistem keamanan itu akan semakin meningkat dengan hadirnya perangkat penunjang keamanan berteknologi aktif.

 Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring para investor menimbang prospek kenaikan suku bunga AS dan menunggu laporan laba perusahaan di dalam negeri.

Indeks Topix sedikit berubah ke level 1,352.64 pada istirahat perdagangan di Tokyo, menghapus kerugian sebelumnya sebanyak 0,4 %.

Indeks Nikkei 225 memperoleh gain 0,1 % ke level 16.924. Yen menguat terhadap dolar setelah bergerak lebih tinggi pada hari Senin karena Indeks Empire State,

yang melacak produsen di New York, secara tiba-tiba menyusut, sementara Wakil Ketua Fed Stanley Fischer menguraikan faktor-faktor yang menekan pertumbuhan dan kenaikan suku bunga. (BEST PROFIT FUTURES)

Tanda-tanda saat ini menunjukkan perekonomian AS yang lebih kuat telah meningkatkan spekulasi untuk kenaikan biaya pinjaman AS dalam waktu dekat, mendorong penurunan selama tiga minggu pada yen.

Saham real estate melonjak untuk memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di Indeks Topix,

sedangkan sektor pertambangan di Topix turun 1,4 %

mengirim harga minyak mentah lebih rendah. Saham Inpex Corp jatuh 1,5 % dan saham Japan Petroleum Exploration Co merosot 1 %.

Sumber dari http://oto.detik.com