PT Best Profit Futures Surabaya

Tiru Microsoft, Sony Ingin Tembus ‘Tembok Besar’ China

Best Profit Futures –  Bak tembok besar, pasar konsol game China sulit ditembus berbagai vendor barat. Microsoft mulai meniti jalan untuk menembusnya yang kemudian diikuti oleh Microsoft.

Pasar konsol game China tampaknya membuat ngiler pembuat perangkat game manapun. Setelah Microsoft, kali ini giliran Sony menjajal peruntungan dengan menjual lebih banyak PlayStation di Negeri Panda tersebut.

Untuk melakukan penetrasi ke China, Sony melakukan joint venture dengan perusahaan lokal Shanghai Oriental Pearl Culture Development.

Salah satu dari keduanya akan fokus pada hardware sementara lainnya fokus pada software.

Seperti dikutip dari PC World, Senin (26/5/2014), Sony akan memiliki sekitar 49% sahan dari joint venture ini, sementara 70% akan menjadi milik mitra.

Sony menolak menyebutkan lebih detail mengenai rencana penjualan PlayStation mereka di China. (Best Profit Futures)

Langkah Sony dinilai cukup menjanjikan, mengingat perusahan asal Jepang ini masuk setelah China mengakhiri larangan penjualan konsol buatan asing, dengan muncul Shanghai free trade zone baru-baru ini.

Berdasarkan informasi dari China Internet Network Information Center, Negeri Tirai Bambu ini punya basis pelanggan yang sangat besar, yakni dengan 338 juta online gamer.

Sebelumnya, Microsoft juga mengumumkan rencana serupa dengan menjalin joint venture. Xbox One yang menjadi jagoannya, dijadwalkan mulai memasuki China September mendatang.

Namun menjual produk di sana bukan perkara mudah. Dalam kasus Microsoft dan Sony, konsol buatan keduanya punya rata-rata harga yang digolongkan perangkat high end. PlayStation 4, dibanderol mulai USD USD 399.

Kesulitan lain adalah soal regulasi. Meski China telah membuka pasar konsolnya, game yang akan dijual harus lolos persetujuan dari pihak berwenang. (Best Profit Futures)

Emas jatuh ke level terendah lima bulan, memperpanjang penurunan pekan lalu setelah pemilihan presiden karena dolar menguat terhadap ekspektasi yang tinggi untuk peningkatan suku bunga di AS

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 1,1 persen menjadi $ 1,213.81 per ons, level terendah sejak 3 Juni, dan berada di $ 1,217.19 pada pukul 09:15 pagi di Singapura, menurut Bloomberg.

Logam telah kehilangan 5,9 persen pekan lalu, terbesar sejak Juni 2013.

Emas memiliki minggu yang volatil setelah pemilu yang mengejutkan dari Donald Trump melihat harga melonjak terhadap permintaan haven,

hanya akan merosot ketika investor menurunkan risiko ke pasar. Fokusnya sekarang kembali pada tingkat suku bunga AS,

dengan probabilitas 84 persen dari persentase poin kenaikan kuartalan pada pertemuan Federal Reserve tanggal 13-14 Desember, menurut fed funds futures. Indeks Bloomberg Spot Dollar naik 0,4 persen. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://inet.detik.com