PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Tips Cegah Kebakaran Saat Rumah Ditinggal Mudik

bestprofit22062016(3)Best Profit Futures – Mudik menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Indonesia untuk merayakan Idul Fitri. Tak heran, saat libur Lebaran masyarakat berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka untuk mudik bertemu dengan keluarga besar.

Meninggalkan rumah tentu saja memunculkan kekhawatiran tersendiri. Banyak risiko yang bisa terjadi selama rumah ditinggal mudik. Mulai dari pencurian hingga kebakaran.

Nah, mengenai risiko kebakaran yang disebabkan karena Elpiji, PT Pertamina (persero) memilikitips pencegahan tersendiri. VicePresidentCorporateCommunication PertaminaWiandaPusponegoro mengatakan, sebelum mudik, pengguna Elpiji harus melepasregulator yang menghubungkan tabung gas dengan kompor gas. (Best Profit Futures)

Langkah pencabutan tersebut untuk mencegah katup pada tabung gas tetap tertutup, gas tetap berada di dalam tabung, dan tidak bocor. Dengan pencabutan regulator tersebut membuat risiko kebakaran bisa diminimalisir.

Wianda melanjutkan, tabung gas yang sudah tidak tersambung dengan regulator tersebut wajib disimpan pada ruangan yang memiliki sirkulasi yang bagus. Alasannya, jika tabung Elpiji ternyata bocor maka gas tidak mengendap di ruangan dan menyebabkan ledakan.

“Jadi harus ditempatkan di ruangan yang ada sirkulasi,” lanjut Wianda, saat berbincang dengan Liputan6.com, di Jakarta, Selasa (21/6/2016).

Untuk menyimpan tabung gas tak hanya membutuhkan ruangan yang sirkulasi bagus namun juga tabung Elpiji harus terlindungi dari paparan langsung sinar matahari dan hujan. Langkah ini untuk mencegah risiko kerusakan saat digunakan setelah pulang mudik. “Tabung sebaiknya terhindar dari paparan langsung sinar matahari maupun hujan agar tetap terkondisi dengan baik,” kata Wianda.

Namun alangkah baiknya sebelum meninggalkan rumah, tabung gas dalam posisi kosong sehingga tidak akan terjadi kebocoran saat ditinggalkan. (Best Profit Futures)

Selain itu berita datang dari gas PGN. Gas yang dijual PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui jaringan pipa bawah tanahnya dinilai lebih aman bagi masyarakat. Hal tersebut dirasakan para penghuni Rumah Susun (Rusun) Kebon Kacang, Jakarta Pusat.

Seperti diungkapkan Dedeh (34), salah satu penghuni di rusun tersebut. Menurut dia, selama ini jaringan gas milik PGN terbukti aman dan belum pernah menimbulkan kecelakaan seperti terjadinya ledakan.

“Selama ini aman-aman saja. Untuk anak-anak juga aman, tidak ada bau gas juga. Kecuali kalau kelalaian sendiri, seperti kalau masak air tapi ditinggal. Tapi disini tidak pernah ada kejadian. Jadi kita juga tidak takut meledak,” ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, Senin (21/3/2016).

Dia mengatakan, jika menggunakan tabung gas, biasanya masyarakat takut akan terjadinya kebocoran yang memicu ledakan. Namun dengan jaringan pipa seperti ini tidak penghuni tidak pernah takut terjadi kebocoran gas.

“Kalau dibandingkan dengan yang tabung jauh sekali dari sisi keamanannya. Kalau tabung, misalnya habis di tengah malam kita mau cari ke mana. Kemudian cara pemasangan kalau tidak benar dikhawatirkan bocor kemudian bisa meledak. Kalau melalui pipa ini tidak takut meledak,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan Hermi (37) yang juga penghuni dari rusun tersebut. Menurut dia, jika harus meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama pun dirinya merasa lebih aman jika menggunakan jaringan pipa ini.

Dia menjelaskan, pada masing-masing terdapat meteran gas yang berfungsi mencatat konsumsi gas dan mematikan aliran gas. Dengan demikian, jika penghuni akan meninggalkan rumahnya dalam jangka waktu yang lama, maka tinggal matikan aliran gas tersebut maka tidak ada gas yang masuk ke dalam rumahnya.

“Kalau kita pergi tinggal matikan meterannya di masing-masing rumah, itu sudah aman. Kalau misalnya kita takut terjadi apa-apa juga tinggal matikan saja dari situ. Kalau dari tabung kita kan khawatir ada bocor,” tandasnya

Sumber : liputan6.com