PT Best Profit Futures Surabaya

Tim Transisi Jokowi Sebaiknya Dibubarkan Saja

Best Profit Futures – Komposisi tim transisi bentukan Jokowi-JK dinilai tidak mampu merepresentasikan kelompok pendukungnya.

Menurut Pengamat politik Agus Riyanto, Jokowi-JK seharusnya melibatkan beberapa partai pendukung yang berperan dalam proses pemenangannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Koalisi yang dibentuk memang tanpa syarat, akan tetapi dalam berbagai kebijakan,

Jokowi harusnya mengajak komunikasi partai pendukungnya,” ujar Agus di Jakarta, Jumat (Best Profit Futures).

Sebagai dosen Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim, Semarang, Agus menyarankan kepada Jokowi untuk melibatkan partai pendukung di dalamnya.

“Sangat disayangkan, dengan komposisi saat ini,

kelompok Nahdliyin yang direpresentasikan oleh PKB akan merasa kecewa.

Karena selama ini PKB yang membentengi Jokowi atas berbagai isu agama yang menyerangnya,

Hanura dan PKPI juga pasti kecewa itu,” ujarnya. (Best Profit Futures).

Agus menambahkan, dilihat dari sisi kapasitas dan kredibilitas, masih banyak kader PKB, Hanura, dan PKPI yang mampu duduk di tim transisi.

“Banyak kader PKB, Hanura, PKPI, yang mumpuni dan berpengalaman,” ujarnya.

Jika tidak ada komunikasi dengan partai-partai pendukung, menurut Agus, posisi Jokowi-JK akan lemah di parlemen.

“Kalau tidak diakomodir, ini bisa berbahaya bagi pemerintahan Jokowi-JK ke depan,” kata lulusan doktor dari Universitas Gadjah Mada ini.

Sebagai contoh, Kemenangan Jokowi-JK di Jawa Timur, dan Jawa Tengah, tidak bisa dilepaskan dari peran PKB yang pasang badan untuk memenangkan Jokowi.

Begitu juga daerah lain yang menjadi basis PKB. “Selama ini PKB pasang badan, andaikan tidak

ada PKB di kubu Jokowi-JK, maka akan susah mengcounter

isu agama yang ditujukan ke Jokowi,” kata Agus menegaskan. (Best Profit Futures).

Seperti diketahui, Tim Transisi ini dipimpin oleh Rini M Soemarno.

Di bawah kendalinya ada empat deputi antara lain, Anies Baswedan, Hasto Kristiyanto,

Andi Widjojanto, dan Akbar Faisal. Keberadaan Rini Soemarno sebagai Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK,

akan menjadi ancaman bagi solidaritas politik dan integritas moral Presiden terpilih Joko Widodo.

Pasalnya, Rini Soemarno, bukanlah figur yang mampu merepresentasikan politik bersih yang menjadi harapan rakyat.

Kritikan terhadap Rini itu disampaikan pengurus DPP Nasdem Despen Ompusunggu di media Rabu (Best Profit Futures).

Penunjukan Rini Soemarno memimpin aktivitas Kantor Transisi dinilai justru menjadi beban dan melemahkan Jokowi secara moral politik,

karena mantan istri Didik Soewandi ini punya beban politik masa lalu, terkait dugaan keterlibatan Rini dalam kasus korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL)

Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang merugikan negara triliunan rupiah.

Mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan yang dulu dipanggil Rini M.S Soewandi, juga sempat diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta,

terkait kasus dugaan korupsi penjualan aset pabrik gula RNI (Rajawali Nusantara Indonesia).

Bahkan dalam kasus pembelian pesawat Sukhoi,

Rini yang pernah menjabat Presdir Astra Internasional, disebut DPR melakukan pelanggaran UU Pertahanan dan UU APBN.

Sehingga secara moral, adik mantan Dirut Pertamina dan Dirut Petral Ari Soemarno ini, bakal menjadi beban tersendiri bagi Jokowi.

Sumber dari http://pemilu.okezone.com/