PT Best Profit Futures Surabaya

Tiga Syarat agar Bisnis AirAsia Kembali Pulih

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Bisnis penerbangan AirAsia Group diproyeksi akan mengalami tekanan akibat peristiwa hilangnya pesawat dengan nomor penerbangan QZ 8501.

CIMB menyatakan pemulihan bisnis AirAsia akan bergantung pada tiga hal. Pertama, seberapa cepat pesawat yang hilang tersebut ditemukan.

Kedua, cara menangani situasi ini dan upaya yang dilakukan AirAsia. Ketiga, persepsi publik atas insiden ini, apakah akibat cuaca buruk atau kesalahan pilot. (BEST PROFIT FUTURES)

“Tentu saja terkait cost ganti rugi, yang akan di-cover oleh asuransi,” jelas CIMB, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (30/12/2014).

Kalkulasi dari bank tersebut menyebutkan akan ada penurunan jumlah penumpang sebesar 1 persen dari operasional

AirAsia di Indonesia, Malaysia, dan Thailand pada 2015. Hal ini akan menggerus laba bersih AirAsia sampai 13 persen pada tahun depan.

Minyak bertahan di atas $ 50 di tengah ketidakpastian atas kesediaan Rusia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 1,1 persen pada hari Selasa. Produsen minyak terbesar asal Rusia Rosneft PJSC mengatakan tidak akan memangkas produksi,

menurut Reuters, setelah Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan negaranya akan bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dalam pembekuan atau memotong pasokan. (BEST PROFIT FUTURES)

Rusia dan kelompok produsen minyak akan bertemu di Istanbul pada hari Rabu untuk membahas perjanjian produksi.

Pasokan dan permintaan akan kembali ke keseimbangan awal dari yang diharapkan jika kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi dilaksanakan, kata International Energy Agency.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak naik ke level tertinggi 15-bulan pada hari Senin setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan membuat kesepakatan untuk memangkas produksi dan Rusia menyatakan dukungannya.

Peningkatan sampai $ 60 per barel mungkin akan memicu lonjakan dalam produksi di Amerika Utara sambil memangkasan pertumbuhan permintaan global,

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada Selasa kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November diperdagangkan di $ 50,75 per barel, turun 4 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:03 pagi di Sydney.

Harga WTI pada hari Selasa turun 56 sen menjadi $ 50,79.

Total volume perdagangan sekitar 83 persen kurang dari rata-rata 100-hari.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 73 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Minyak mentah acuan global untuk bulan Desember ditutup lebih besar $ 1,17 dari WTI.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com