PT Best Profit Futures Surabaya

Tiga Pesan Utama yang Wajib Diketahui Jokowi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Komite Ekonomi Nasional (KEN) telah merilis data terbaru mengenai prospek perekonomian Indonesia di 2015.

Dalam prospek tersebut setidaknya ada tiga pesan utama yang wajib untuk diketahui.

Wakil Ketua KEN, Raden Pardede, mengatakan poin pertama adalah mengenai angin buritan (tail wind) perekonomian,

kedua head wind atau angin di depan, dan juga prospek perekonomian 2015 di Indonesia.

“Kalau angin buritan ekonomi sudah berlalu, angin dari depan sedang datang,” kata Raden saat memaparkan Prospek Ekonomi Indonesia 2015 di Gran Hyatt, Jakarta. (BEST PROFIT FUTURES)

Dia menuturkan, tantangan perekonomian pada pemerintahan baru yang harus dihadapkan seperti pertumbuhan ekonomi global yang berkiblat hanya kepada Amerika Serikat.

“Eropa sedang macet dan rusak, mesin latin melambat komoditas dan juga adanya ebola, sedangkan mesin Asia seperti China dan Jepang tengah dalam perawatan,” tambahnya.

Kemudian, adanya prediksi yang menyebutkan bahwa pertumbuhan

negara berkembang dalam jangka waktu menengah akan tumbuh di bawah capaian lima tahun sebelumnya.

“Ini akan terjadi di seluruh negara, seperti perekonomian China yang tengah dalam proses penyesuaian, nampaknya berpengaruh besar

terhadap harga komoditas yang selanjutnya akan berpengaruh kepada neraca perdagangan kita,” ungkapnya.

Menurut Raden, tantangan domestik masih akan terjadi secara paradoks. Di mana Indonesia akan mengalami twin defisit di tengah

perlambatan ekonomi seperti pada CAD, dan tekanan inflasi akibat (BEST PROFIT FUTURES)

kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi tantangan domestik yang harus dihadapi pemerintah.

Belum lagi, sambung Raden, perekonomian Indonesia juga harus mewaspadai mengenai tekanan angin dari samping, seperti ketakutan pasar yang

takut dengan prospek perekonomian Indonesia. “Kalau salah ambil kebijakan akan menyebabkan ketakutan pasar dan situasi perekonomian akan mengerikan,” pungkasnya.

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas

Pharma Inc mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan gain sebesar 0,1 persen.

Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc,

dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://economy.okezone.com