PT Best Profit Futures Surabaya

Tiga Negara Asia Terbanyak Datangkan Wisman

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – PERTUMBUHAN turis ke Asia semakin banyak dibanding ke negara Eropa maupun Amerika, hal ini terungkap dari hasil euromonitor International.

Euromonitor International baru saja merilis daftar kota di dunia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Dalam daftar ini terkuak Hong Kong,

Singapura dan Bangkok masuk dalam daftar tiga teratas dunia.

Hong Kong menjadi kota nomor satu dikunjungi di dunia dengan meraih angka 25,6 juta wisatawan.

Sedangkan Singapura berada di bawahnya dengan total pengunjung 22,4 juta wisatawan. (BEST PROFIT FUTURES )

Sementara Bangkok meraih angka 17,5 juta wisatawan mengalahkan London dan Paris yang masing-masing berada di urutan keempat dan kelima.

Selain tiga nama kota di atas, Asia juga menyumbangkan kota-kota lain seperti Kuala Lumpur, Shenzhen dan Macau yang masuk dalam daftar 10 besar.

Berikut adalah 10 daftar lengkap kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan internasional di dunia, dikutip Dailymail, Rabu (28/1/2015):

1. Hong Kong, Hong Kong (25,6 juta)
2. Singapura, Singapura (22,4 juta)
3. Bangkok, Thailand (17,5 juta)
4. London, Inggris (16,8 juta)
5. Paris, Perancis (15,2 juta)
6. Macau, Macau (14,2 juta)
7. New York, AS (11,8)
8. Shenzhen, Cina (11,7 juta)
9. Kuala Lumpur, Malaysia (11,2 juta)
10. Antalya, Turki (11,1 juta).

Jumlah izin bangunan rumah Australia jatuh pada bulan Agustus dari bulan Juli.(BEST PROFIT FUTURES )

Izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen turun 1,8% dari bulan Juli, dan naik 10,1% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan Selasa.

Pada bulan Juli izin naik 12% untuk bulanan.

Izin untuk membangun rumah turun 1,3% pada bulan Agustus,

sedangkan izin untuk apartemen dan tempat tinggal lainnya turun 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama.

Australia berada di tengah-tengah ;booming™ konstruksi perumahan, yang membantu untuk mendukung pertumbuhan PDB yang kuat.

Rekor suku bunga rendah dan jatuhnya angka pengangguran mendasari permintaan pembangunan.

Laju pembangunan perumahan telah meningkatkan pasokan dalam waktu-waktu sekarang sehingga

membantu meredakan kekhawatiran di Reserve Bank of Australia tentang harga rumah, yang naik lebih dari 40% sejak 2012.

Sumber dari http://lifestyle.okezone.com