PT Best Profit Futures Surabaya

Stok Uang di BI Capai Rp157 Triliun

BEST PROFIT FUTURES –  Meskipun proyeksi kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri tahun ini meningkat 14,9 persen,

Bank Indonesia (BI) menjamin bahwa persediaan uang masih mencukupi. Adapun uang yang diedarkan BI jelang Ramadan kali ini adalah Rp103,2 triliun.

“Persediaan uang tunai di BI mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan atau perbankan terhadap uang tunai periode Ramadan

atau Idul Fitri tahun 2014,” kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan, di Gedung BI, Jakarta, Kamis (26/6/2014).

Saat ini, posisi uang kartal yang diedarkan (UYD) per 23 Juni 2014 sebesar Rp453,1 triliun. Posisi UYD tersebut sebagian besar dipegang oleh

masyarakat mencapai Rp385,2 triliun dan sisanya sebesar Rp67,9 triliun berada di khazanah perbankan.

“Stok persediaan uang sekitar Rp157 triliun, itu dari cetak sempurna dan sortir dari bank-bank umum yang masuk ke BI,” jelasnya.  (BEST PROFIT FUTURES).

Sementara itu, UYD pada Idul Fitri diperkirakan sebesar Rp580,3 triliun (meningkat 14,5 persen),

Batas Atas-Batas Bawah, yakni Rp576,8-Rp583,8

triliun atau meningkat 13,8-15,2 persen, dibandingkan dengan periode yang sama 2013 yang mencapai Rp506,6 triliun.

Sekadar informasi, dari jumlah tersebut 91,8 persen atau sebesar Rp108,8 triliun pecahan

besar atau Rp20.000 ke atas dan 8,2 persen atau sebesar Rp9,6 triliun pecahan uang kecil Rp10.000 ke bawah.

   (BEST PROFIT FUTURES).

Emas mempertahankan penurunan tertajam dalam sebulan seiring orang Amerika mempersiapkan diri untuk memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden AS,

dengan Goldman Sachs Group Inc mengatakan bahwa capres dari partai Demokrat Hillary Clinton lebih mungkin untuk memenangkan pemilihan ketimbang Donald Trump.

  (BEST PROFIT FUTURES).

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,283.85 per ounce pada pukul 9:53 pagi waktu Singapura dari level $ 1,281.64, menurut harga publik Bloomberg.

Pada hari Senin, harga merosot 1,8 persen, yang merupakan penurunan harian terbesar sejak 4 Oktober, pada spekulasi bahwa kemungkinan kemenangan bagi Clinton telah membaik sehingga menyakiti permintaan haven.

Bullion telah berayun dalam beberapa pekan terakhir karena investor mencermati kampanye di AS, dengan perkembangan dukungan Trump melambungkan permintaan untuk havens,

bahkan di saat Federal Reserve terlihat bergerak lebih dekat untuk melakukan kenaikan suku bunga pertama di tahun ini.

Logam mulia turun pada hari Senin setelah Federal Bureau of investigasi membersihkan nama Clinton dari tindak pidana dalam penanganan e-mail nya yang langsung mengirim dolar ke posisi yang lebih tinggi.

Goldman Sachs tetap berada dalam pandangannya untuk rata-rata harga emas tiga dan enam bulan

di level $ 1.280 per ounce, dan harga perkiraan jatuh menjadi $ 1.250 untuk 12 bulan.  (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com