Start-up Asal Indonesia McEasy Dapat Dana Investasi Rp22 Milyar Dari East Ventures | lt 11 Graha Bukopin

News

Start-up Asal Indonesia McEasy Dapat Dana Investasi Rp22 Milyar Dari East Ventures

Suara.com – Startup penyedia solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS) manajemen kendaraan logistik, McEasy dapat dana segar Rp22 miliar (1,5 juta dolar AS) dari investor East Ventures. BEST PROFIT

Co-founder McEasy, Raymond Sutjiono mengatakan, uang tersebut akan digunakan untuk memperkuat divisi penelitian dan pengembangan McEasy dan mengembagkan pemasaran perusahaan. PT BESTPROFIT FUTURES

 

 

Ia menyebut, dengan rencana bisnis McEasy meyakini kepercayaan investor tersebut membantu pertumbuhan perusahaan secara eksponensial. BESTPROFIT

Terkait masalah manajemen transportasi logistik di Indonesia, menurut dia, salah satunya dari terbatasnya integrasi dari satu pihak ke pihak lain, padahal masih berada di rantai pasok yang sama.

Ditambah lagi, proses operasional usaha cenderung mengandalkan teknik manual dengan administrasi yang rumit, sehingga proses digitalisasi belum berjalan dengan mulus sehingga membutuhkan cara yang menyederhanakan operasional logistik.

Terkait hal itu, McEasy menawarkan dua layanan bagi kebutuhan industri, yakni Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), and Smart Driver Apps. VSMS merupakan solusi digital berbasis smart tracker untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time.

 

 

Melalui integrasi dalam Smart Driver Apps, pelanggan McEasy dapat melacak posisi kendaraan dan seluruh biaya operasional secara transparan, tanpa perlu repot untuk memeriksanya secara manual.

Kedua solusi ini dapat digunakan oleh para pelaku bisnis logistik, mulai dari perusahaan manufaktur & distribusi hingga perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri ataupun terintegrasi dengan vendor-vendor penyedia jasa logistik.

McEasy menggunakan model bisnis berbasis langganan (subscription) dan memberikan solusi yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis pelanggan, seperti 3PL, 4PL, distributor, atau perusahaan brand. Hingga saat ini, wilayah yang terjangkau oleh solusi digital McEasy meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi.

Pandemi telah ikut mendorong pertumbuhan bisnis McEasy, dengan jumlah pelanggannya tumbuh 10 kali lipat dalam 1,5 tahun terakhir.

 

 

Kekuatan utama McEasy terletak pada platform yang fleksibel menjadi solusi setiap kebutuhan pelanggan. Berbeda dari penyedia software lain, McEasy akan mendalami problem utama klien, lalu memaparkan cara menggunakan elemen-elemen pada platform untuk mengatasi masalah tersebut.

Pendiri McEasy Raymond Sutjiono dan Hendrik Ekowaluyo, merupakan teman dekat sejak kuliah teknik mesin di Purdue University, AS.

Sebagai veteran yang pernah bekerja bersama-sama di Ford, keduanya punya kemahiran dalam teknik otomotif, di mana Hendrik jago merancang struktural dan manajemen program dalam mobil, sementara Raymond lebih berfokus pada tata elektronik mesin, kontrol sistem, hingga handling data kendaraan.

Menurut Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), tercatat dalam laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2021, potensi pertumbuhan bisnis industri logistik Indonesia dari tahun ke tahun berkisar sekitar Rp40 triliun (2,8 miliar dolar AS).

Berdasarkan analisis Redseer pada laporan yang sama, industri ini telah mengalami pertumbuhan sebesar 100 persen selama pandemi.

sumber suara

1 thought on “Start-up Asal Indonesia McEasy Dapat Dana Investasi Rp22 Milyar Dari East Ventures | lt 11 Graha Bukopin

Comments are closed.