PT Best Profit Futures Surabaya

Solar Dilarang, Ini Cara SPBU Atasi Keluhan Pelanggan

Best Profit Futures – Pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah menginstruksikan kepada Badan Usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk tidak mendistribusikan BBM jenis minyak solar di wilayah tertentu.

Mulai 1 Agustus, hari ini, pemerintah menghapus layanan penjualan minyak solar seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta Pusat.    (Best Profit Futures)

Keluhan terhadap penerapan kebijakan tersebut pun berdatangan. Setelah dikeluhkan banyak supir kendaraan angkutan umum berjenis Mini Bus, beberapa keluhan ditemukan di SPBU 31.103.03 Cikini, Jakarta Pusat.

“Ada keluhan dari kendaraan pribadi. Kita tunjukan dokumen instruksinya lalu arahkan ke SPBU alternatif lain yang menjual,” tutur Leader SPBU 31.103.03 Cikini, Dede Rahmat kepada Okezone, Jakarta, Jumat (1/8/2014).    (Best Profit Futures)

Dede menjelaskan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi baik secara lisan maupun tertulis melalui spanduk kepada seluruh pengguna BBM solar bersubsidi termasuk angkutan umum mini bus yang sering mengisi solar di SPBU itu.

“Di sini biasanya itu P17 (kode angkutan). Tapi dari kemarin-kemarin kami sudah sampaikan langsung.

Ada keluhan juga tapi kami langsung arahkan, bisa ngisinya di SPBU luar Jakarta Pusat,” jelasnya.

Dia menjelaskan, manajemen SPBU hingga saat ini tidak memiliki kendala akibat penerapan kebijakan tersebut.

“Kita sih ikut instruksi saja, kalau harus begini ya kita laksanakan” tukas dia.

     (Best Profit Futures)

Emas naik untuk hari kelima untuk perdagangan di dekat level tertinggi dalam hampir sebulan terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran menjelang pemilihan presiden

AS pada pekan depan mendorong investor untuk mencari aset haven, dengan jajak pendapat

terbaru menunjukkan keunggulan yang dominan Hillary Clinton atas Donald Trump yang lesu.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,2 % ke level $ 1,290.94 per ons dan berada di level $ 1,290.18 pada pukul 9:25 pagi waktu Singapura,

menurut harga dari Bloomberg. Pada hari Selasa, harga bullion menguat menjadi $ 1,291.98, yang tertinggi sejak 4 Oktober.

Harga emas jatuh pada bulan lalu di tengah harapan Federal Reserve yang bersiap untuk menaikkan biaya pinjaman. Sementara

pembuat kebijakan Fed menyimpulkan pertemuan bulan November mereka pada hari Rabu, kemungkinan kenaikan hanya 16 persen dan pemilihan presiden AS telah menjadi perhatian yang lebih besar.

Rasa kekhawatiran di pasar didorong oleh ABC News / Washington Post dalam jajak

pendapat yang ditempatkan kandidat Partai Republik Trump satu persen poin dari pesaingnya dari Partai Demokrat.    (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com