PT Best Profit Futures Surabaya

Sofjan Djalil Sarankan Merpati Ditutup

Best Profit Futures –  Salah satu perusahaan Plat Merah, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), diusulkan ditutup karena terus mengalami kerugian. Pasalnya, Merpati tidak lagi beroperasi dan merugikan negara.

Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid I, Sofyan Djalil, menilai masalah maskapai nasional ini tidak kunjung berakhir.

Dia melihat, Merpati tidak bisa lepas dari lilitan utang yang mengakibatkan merpati berhenti beroperasi sejak Januari 2014.

“Ya mungkin harusnya ditutup kapan-kapan. Kalau kondisi Garuda itu Beda. Merpati itu strukturnya

saja sudah berat sekali,” ujar mantan menteri BUMN, Sofjan Djalil di Jakarta, Selasa (23/9). (Best Profit Futures)

Jika Merpati ditutup, sebaiknya para karyawan Merpati diberikan haknya. Sebab, dia menilai perseroan sudah dalam

keadaan yang parah sehingga jika dipertahankan hanya memberikan beban pada keuangan negara.

“Bayar mereka. Karena Perusahaan yang sudah parah seperti itu akan sulit sekali,” jelasnya. (Best Profit Futures)

Mengenai pembayaran gaji para karyawan, dia mengusulkan skema penjualan aset Merpati. “Secara hukum ada kewajiban apa yang harus dibayar pertama kepada karyawan,” tambah dia.

Oleh karena itu, dia meminta pemerintah tidak perlu mengulur-ulur waktu untuk menyelesaikan masalah Merpati. Menurut dia, persoalan ini adalah persoalan yang sangat struktural.

“Ditambah lagi dengan persaingan yang makin ketat. Dimanage secara baik juga, tapi rupiah melemah, avtur naik, tiket dinaikkan, jadi itu semua jadi beban industri penerbangan. Apalagi Merpati,” katanya.

  (Best Profit Futures)

Saham China melemah pada hari Kamis ini, membalikkan beberapa kerugian pada sesi pagi, sementara investor tetap berhati-hati dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan laba industri,

pelemahan yuan yang masih berlangsung, dan tumbuhnya kekhawatiran atas ketatnya likuiditas.

Indeks CSI300 blue-chip turun 0,3 persen, ke 3,345.70, sementara indeks Shanghai Composite turun 0,1 persen ke 3,112.35 poin.

Kepercayaan investor dalam pemulihan ekonomi China digoyahkan oleh data yang menunjukkan keuntungan dalam perusahaan industri China tumbuh sebesar 7,7 persen di September,

melambat tajam dari kecepatan 19,5 persen bulan sebelumnya terkait beberapa sektor yang terpengaruh oleh lemahnya aktivitas. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com/