PT Best Profit Futures Surabaya

Sindiran ‘Isasi-isasi’ dari Anggota Dewan soal Banjir DKI

Sindiran tajam dari anggota DPR RI diarahkan kepada Gubernur Jakarta Anies Baswedan terkait banjir di DKI. Anggota Dewan mengkritik Anies dengan diksi yang memakai akhiran ‘isasi-isasi’. BEST PROFIT

Kritik tajam kepada Anies Baswedan itu muncul usai rapat Komisi V DPR soal penanganan banjir Jabodetabek yang sedianya mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim, Rabu (26/2/2020). Para kepala daerah tersebut absen.

Ketua Komisi V DPR Lasarus menyoroti banjir di DKI yang terus berulang. Dia menyindir perbedaan konsep naturalisasi dan normalisasi yang jadi perdebatan selama ini. Normalisasi adalah konsep yang diusung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) saat itu. Sedangkan Anies lebih memilih melakukan naturalisasi. PT BESTPROFIT FUTURES

“Sebetulnya kami ingin menyelesaikan perdebatan di luar terkait dengan naturalisasi dan normalisasi,” kata Lasarus.

Untuk diketahui, normalisasi sungai dilakukan dengan cara pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheetpile atau batu kali (dinding turap) untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul. PT BESTPROFIT

Sedangkan naturalisasi yang digagas Anies, jika merujuk pernyataannya kepada wartawan saat di Pluit, Jakarta Utara, Rabu (7/2/2018), bermakna sama dengan normalisasi dalam hal membuat aliran air di sungai menjadi baik. Namun naturalisasi juga meliputi penjagaan ekosistem di daerah aliran sungai.

Kondisi natural daerah aliran sungai bisa jadi sudah hilang di zaman sekarang. Misalnya dulu di pinggir sungai ada kebun, sekarang menjadi tempat berjualan pedagang kaki lima. Dulu banyak pohon, sekarang sudah tak lagi ada pohon. Termasuk, kondisi natural pinggiran sungai dulu adalah tanah dan sekarang sudah menjadi beton.

Beda normalisasi dan naturalisasi inilah yang disinggung-singgung Lasarus. Lasarus lalu membubuhkan akhiran ‘isasi’ di kata yang tak lazim untuk dibubuhkan. BESTPROFIT

Sumber : detik