PT Best Profit Futures Surabaya

Sel Kekebalan Tubuh Bisa Cegah Obesitas

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – SEBUAH studi baru menunjukkan beberapa sel dalam sistem imun atau kekebalan tubuh memiliki pengaruh besar pada obesitas dan faktor perkembangan diabetes tipe 2.

Penelitian yang dilakukan di Weill Cornell Medical College menemukan bahwa, sejumlah sel kekebalan tubuh dapat mencegah obesitas pada tikus.

Dari sana mereka melihat bahwa kemungkinan yang sama dapat terjadi pada manusia. (BEST PROFIT FUTURES)

Sejumlah sel kekebalan tubuh, ILC2s (Tipe 2 sel limfoid bawaan),

ditemukan lebih rendah dalam lemak perut orang dewasa gemuk dan lebih tinggi dalam lemak perut orang-orang yang lebih kurus.

Seperti dilansir dari Healthmeup, Rabu (30/12/2014), eksperimen pada tikus juga

menunjukkan bahwa ILC2s mendorong pengembangan sel-sel lemak cokelat, yang berfungsi membakar kalori. (BEST PROFIT FUTURES)

Sistem kekebalan tubuh memiliki fungsi utama, yaitu melawan infeksi. Namun ada kemungkinan bahwa, sebagian dari mekanisme

tersebut dapat berevolusi untuk mempengaruhi jaringan lemak yang membesar saat obesitas. Dengan demikian metabolisme tubuh pun berubah.

Peneliti lain juga menemukan bahwa, ketika orang terluka atau mengalami reaksi alergi, tubuh dapat mengalami “hipermetabolisme” atau peningkatan pembakaran kalori. (BEST PROFIT FUTURES)

Dengan demikian, bila sel imun berkurang, maka kemampuan pembakaran kalori dapat menurun.

Obesitas adalah kondisi yang meningkatkan banyak risiko kesehatan, seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan stroke. (BEST PROFIT FUTURES)

Penelitian ini setidaknya ini mampu memberi penjelasan tentang bagaimana

sistem kekebalan tubuh berperan dalam mengendalikan berat badan dan metabolisme.

Bursa saham Jepang naik ke level tertinggi dalam empat bulan, karena minyak

melonjak dan Hillary Clinton tampaknya memperketat cengkeramannya pada pemilihan presiden AS bulan November mendatang. (BEST PROFIT FUTURES)

Indeks Topix naik 0,7% ke 1,360.32 ke level tertinggi sejak Juni pada istirahat perdagangan di Tokyo, dipimpin oleh penjelajah dan produsen energi.

Saham-saham kembali diperdagangkan setelah liburan di Jepang pada hari Senin, ketika ekuitas global menguat dan setelah debat kedua presiden AS menambahkan ke spekulasi bahwa Clinton akan menang atas Donald Trump.

Minyak menguat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun setelah dua produsen terbesar minyak mentah di dunia, Arab Saudi dan Rusia,

mengatakan mereka siap bekerja sama untuk membatasi produksi. Yen diperdagangkan di level 103,99 per dolar, melemah untuk hari kedua.

Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menstabilkan pasar,

membutuhkan baik pembekuan atau pemotongan untuk tingkat produksi saat ini, kata Presiden Vladimir Putin, pada hari Senin.

Banyak produsen di luar kelompok telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama terkait pembatasan produksi,

kata Menteri Energi dan Industri Arab Saudi Khalid Al-Falih, menambahkan bahwa ia

“optimis” akan ada kesepakatan yang bisa mengangkat harga minyak setinggi $ 60 per barel pada akhir tahun. (BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://lifestyle.okezone.com