PT Best Profit Futures Surabaya

Sektor Properti Lesu karena Suku Bunga Semakin Tinggi

BEST PROFIT FUTURES – Ketua Bidang Promosi dan Publikasi DPD REI (Real Estate Indonesia) Jateng Dibya K Hidayat mengatakan tingginya suku bunga menjadi salah satu penyebab

lesunya penjualan perumahan pada pameran di Mall Ciputra Semarang. (Best Profit Futures)

“Sampai sekarang bunga KPR masih tinggi karena SBI (Suku bunga Bank Indonesia) juga masih tinggi,” ujarnya di Semarang, Selasa.

BI Rate atau suku bunga Bank Indonesia (SBI) pada Januari 2014 mencapai 7,5 persen,

kondisi tersebut memicu kenaikan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) perbankan termasuk pada suku bunga KPR.

Dibya mengatakan pada hasil pameran kali ini ada 52 unit rumah yang terjual, jumlah tersebut

didominasi oleh rumah menengah yaitu dengan harga Rp200 juta-Rp600 juta. (Best Profit Futures)

Menurutnya untuk rumah mewah yang berhasil terjual tidak lebih dari 20 persen, kondisi tersebut

dikarenakan kebanyakan pengembang lebih banyak menjual rumah dengan tipe menengah.

Dibya mengatakan faktor lain yang menjadi penyebab kurang optimalnya hasil penjualan rumah pada pameran tersebut yaitu

bersamaan dengan momen pemilu sehingga banyak calon konsumen yang lebih memilih menunggu hasil dari pemilu tersebut. (Best Profit Futures)

“Saya melihat mereka masih bertanya-tanya bagaimana hasil pemilu ini dan prosesnya lancar atau tidak jadi mereka belum berani melakukan investasi,” kata dia.

Dibandingkan dengan tahun lalu perolehan pada periode sama di tahun ini, menurut dia, turun sekitar 25 persen karena kebijakan

LTV juga mempengaruhi penurunan penjualan, jika dulu konsumen cukup menyiapkan uang muka sebesar 20-25 persen tetapi sekarang ini menjadi 30 persen.

“Ini membuat orang yang mau membeli rumah terpaksa harus menunda dulu untuk mengumpulkan uang muka,” jelasnya. (Best Profit Futures)

Dibya mengatakan meskipun ada beberapa faktor yang menjadi hambatan penjualan rumah, ke depan penjualan rumah akan tetap meningkat.

“Melihat kebutuhan masyarakat, sektor properti akan selalu dibutuhkan karena merupakan kebutuhan primer. Meskipun saat ini penjualan turun,

kami optimistis ini tidak akan berpengaruh pada penjualan selanjutnya,” katanya menegaskan. (Best Profit Futures)

Sumber dari www.republika.co.id