PT Best Profit Futures Surabaya

Sebelum Tsunami Terdengar Suara seperti Bom

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – TEPAT 10 tahun lalu, gelombang tsunami menerjang Aceh. Ratusan ribu nyawa melayang dan meninggalkan duka di Serambi Makkah.

Tidak ada satupun orang menyangka gelombang tsunami akan datang, termasuk masyarakat Aceh sendiri. Bahkan, setelah guncangan gempa dahsyat terjadi,

tidak satupun masyarakat Aceh menduga gelombang tsunami akan datang. (BEST PROFIT FUTURES)

Menurut Raihal Fajriah selaku pemandu wisata di Museum Tsunami, Banda Aceh, sebelum tsunami terjadi, gempa dahsyat memang mengguncang Aceh dengan skala 9,2 skala richter. Peristiwa itu sendiri terjadi di pagi hari.

“Jadi, gempa yang sangat dahsyat itu terjadi pukul 07.50 waktu setempat. Kemudian, beberapa saat kami mendengar seperti letusan bom sebanyak tiga kali,” ceritanya kepada Okezone di Museum Tsunami, Banda Aceh.

Bahkan, saking besarnya suara letusan tersebut, menurut Raihal Fajriah, warga mengira memang benar-benar ada bom. Setelah letusan seperti bom tersebut terdengar, sesaat kemudian air laut mulai surut beberapa kilometer.

“Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai turun ke laut untuk mengambil ikan. Mungkin kami pikir, biasa kami dapat ikan dengan memancing, ini bisa langsung dapat,” tuturnya.(BEST PROFIT FUTURES)

Namun, setelah air laut mulai surut tersebut gelombang tsunami setinggi 30 meter datang. Oleh karenanya, banyak korban jiwa di pantai pesisir Barat yang ditelan gelombang tsunami.

Minyak bertahan di atas $ 50 di tengah ketidakpastian atas kesediaan Rusia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun 1,1 persen pada hari Selasa. Produsen minyak terbesar asal Rusia Rosneft PJSC mengatakan tidak akan memangkas produksi,

menurut Reuters, setelah Presiden Vladimir Putin sebelumnya mengatakan negaranya akan bergabung dengan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dalam pembekuan atau memotong pasokan.

Rusia dan kelompok produsen minyak akan bertemu di Istanbul pada hari Rabu untuk membahas perjanjian produksi.

Pasokan dan permintaan akan kembali ke keseimbangan awal dari yang diharapkan jika kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi dilaksanakan, kata International Energy Agency.(BEST PROFIT FUTURES)

Minyak naik ke level tertinggi 15-bulan pada hari Senin setelah Arab Saudi menyatakan optimismenya bahwa OPEC akan membuat kesepakatan untuk memangkas produksi dan Rusia menyatakan dukungannya. Peningkatan sampai $ 60 per barel mungkin akan memicu lonjakan dalam produksi di Amerika Utara sambil memangkasan pertumbuhan permintaan global, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan pada Selasa kemarin.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman November diperdagangkan di $ 50,75 per barel, turun 4 sen, di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:03 pagi di Sydney. Harga WTI pada hari Selasa turun 56 sen menjadi $ 50,79. Total volume perdagangan sekitar 83 persen kurang dari rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Desember turun 73 sen, atau 1,4 persen, ke $ 52,41 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global untuk bulan Desember ditutup lebih besar $ 1,17 dari WTI.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://lifestyle.okezone.com