PT Best Profit Futures Surabaya

SBY Akan Resmikan Dua Proyek Migas Rp13,6 T

Best Profit Futures – Dua proyek minyak dan gas bumi (migas) akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Peresmian dilakukan bersamaan dengan beberapa proyek yang masuk ke dalam

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (Best Profit Futures) besok.

Dua proyek tersebut adalah proyek pengembangan Lapangan Gas Ruby,

Blok Sebuku yang dikelola oleh Mubadala Petroleum dan Sisi Nubi 2B, Blok Mahakam dengan operator Total E&P Indonesie. (Best Profit Futures)

“Total investasi keduanya mencapai Rp13,6 triliun,” kata Pelaksana (Best Profit Futures)

Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas),

J. Widjonarko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (Best Profit Futures)

Proyek Ruby menelan biaya Rp 5,5 triliun, sementara proyek Sisi Nubi 2B membutuhkan dana sebesar Rp 8,1 triliun.

Besarnya investasi migas menunjukkan karakter industri hulu migas yang sarat dengan modal dan teknologi tinggi.

“Proyek-proyek ini menunjukkan kerja keras pelaku industri migas

yang terus komitmen mencari cadangan-cadangan migas baru di Indonesia,” kata dia. (Best Profit Futures)

Lapangan Ruby berproduksi sebesar 85 billion british thermal unit per hari (bBtud). Seluruh produksi dipasok ke pembeli domestik,

yakni Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk mendukung program ketahanan pangan di Indonesia. ”Hal ini menunjukkan komitmen

nyata pemerintah untuk memprioritaskan kebutuhan domestik dan memberdayakan industri pupuk nasional,” katanya.

Jangka waktu kontrak jual beli gas bumi antara PKT dengan Mubadala Petroleum berlaku hingga 31 Desember 2021. Sekitar 250 miliar kaki kubik (bcf) gas akan diproduksi untuk pasar domestik selama umur produksi lapangan tersebut. Harga gas disepakati sebesar USD5,75 per mile mile british thermal unit ditambah faktor tertentu sesuai harga amoniak dan urea.

Saham Jepang naik ke level tertingginya sejak April setelah yen menyentuh level terendahnya tiga bulan terhadap dolar, meningkatkan prospek pendapatan eksportir. Saham keuangan memimpin kenaikan didorong oleh Nomura Holdings Inc yang naik pada laba positif.

Lima saham naik untuk setiap empat saham yang jatuh di indeks Topix pada istirahat perdagangan di Tokyo, siap untuk mencatatkan bulan terbaiknya sejak Juli. Yen jatuh ke level terlemahnya sejak Juli pada Kamis kemarin di tengah meningkatnya spekulasi pada kenaikan suku bunga The Fed di bulan Desember. Investor mengkaji melalui hasil perusahaan untuk mengukur kesehatan perusahaan Jepang, dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix akan memberikan laporannya minggu ini. Hitachi Ltd dan Daiwa Securities Group Inc merupakan salah satu di antara mereka yang akan merilis laporan labanya Jumat ini.

Sumber dari http://economy.okezone.com