PT Best Profit Futures Surabaya

Salah Kaprah Emiten Grup Bakrie

BEST PROFIT FUTURES – Bagi investor yang sudah malang melintang maupun yang belum lama di pasar modal pasti pernah mengenal istilah Bakrie Tujuh, yaitu tujuh perusahaan terbuka yang sahamnya dikuasai oleh Grup Bakrie melalui PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR).

Sebelum krisis ekonomi global tahun 2008 lalu, Bakrie Tujuh ini menguasai perdagangan saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Seiring waktu berjalan, saham-saham emiten Bakrie Tujuh menjadi kurang menarik.

Tujuh perusahaan tersebut adalah BNBR, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Darma Henwa (DEWA).  (Best Profit Futures)

Tapi apa benar sekarang Grup Bakrie masih jadi pengendali perusahaan-perusahaan itu? Sampai saat ini investor dan masyarakat masih percaya kalau Grup Bakrie masih jadi pengendali di sana. Benarkah?

Menurut salah satu eksekutif di Grup Bakrie, kepemilikan BNBR di perusahaan itu sudah kecil sekali, bahkan ada beberapa perusahaan yang kinerja keuangannya sudah tidak konsolidasi lagi dengan Bakrie and Brothers.

“Kepemilikan Bakrie sudah kecil sekali, jadi sudah tidak konsolidasi lagi. Bakrie juga sudah bukan pengendali lagi di beberapa perusahaan tbk-(terbuka)-nya,” kata eksekutif yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada detikFinance, Senin (16/6/2014).  (Best Profit Futures)

Kepemilikan Grup Bakrie di emiten-emitennya itu mulai menyusut setelah saham-sahamnya digadai ke banyak pihak pasca krisis 2008. Saham yang digadai tersebut tidak dibeli kembali sehingga otomatis Grup Bakrie kehilangan porsi kepemilikan saham yang digadai tersebut.

“Jadi sebenarnya mereka sudah tidak bisa lagi disebut milik Bakrie, karena sahamnya (Bakrie) sudah sedikit sekali. Mereka itu ya perusahaan publik,” katanya.

Memang Grup Bakrie masih punya saham di emiten yang dulu disebut Bakrie Tujuh tersebut, tapi jumlahnya sudah tidak banyak. Sehingga Grup Bakrie tak lagi pegang kendali penuh di perusahaan-perusahaan tersebut.

Dalam situs resmi BNBR, perseroan sudah lama berniat tidak mengkonsolidasikan para emiten tersebut ke dalam laporan keuangannya supaya kinerja perusahaan bisa positif. Pasalnya, banyak dari emiten eks Bakrie Tujuh yang kinerjanya masih negatif.  (Best Profit Futures)

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, nama besar Bakrie memang sulit dilepas dari para emiten mantan Bakrie Tujuh tersebut, meski sekarang sudah tak lagi jadi pengendali.

“Dari namanya (perusahaan) saja awalnya sudah Bakrie, jadi orang tahunya itu perusahaan keluarga Bakrie,” kata Reza kepada detikFinance.

(Best Profit Futures)

Sumber dari http://finance.detik.com