PT Best Profit Futures Surabaya

Saham-Saham di Asia Terpuruk karena Penurunan Harga Minyak

Best Profit Futures – Saham-saham di Asia terkoreksi lantaran harga minyak melanjutkan penurunan mereka, setelah investor

memanfaatkan rebound yang terjadi selama dua hari terakhir untuk mengambil untung dari aset berisiko ini, karena kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.

Indeks Jepang, Nikkei (N225) turun 2,2 persen sementara saham Korea Selatan (KS11) turun 0,6 persen, dan Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar

Jepang turun 0,3 persen setelah dua hari meraup keuntungan. (Best Profit Futures)

“Bagaimana pun Anda melihat, China, minyak dan Amerika Serikat (AS), tidak ada bukti yang jelas tentang perbaikan dalam fundamental ekonomi dalam waktu dekat, (Best Profit Futures)

sulit untuk mengharapkan aset berisiko dapat menguat lebih lanjut, setelah serentetan short-covering,” kata managing director PineBridge Investments,

Tatsushi Maeno, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (Best Profit Futures)

Harga minyak mentah jatuh dan memusnahkan keuntungan yang telah dibukukan dalam dua hari terakhir. Harga minyak anjlok setelah adanya berita

bahwa produksi minyak mentah Irak mencapai rekor tertinggi bulan lalu, dan memperdalam kekhawatiran kelebihan pasokan.

Di sisi lain, pernyataan kebijakan Federal Reserve AS diikuti oleh Bank pengumuman Jepang pada hari akhir pekan lalu, mungkin bisa mengubah sentimen investor.

Pejabat Fed sejauh ini terjebak dengan keputusan untuk menaikkan suku bunga empat kali tahun ini atau tidak.

Pabrik-pabrik di Inggris mengalami bulan terbaiknya dalam lebih dari dua tahun terakhir pada bulan September terkait pound yang melemah mendorong lonjakan pada pesanan ekspor.

Indeks IHS Markit™s monthly Purchasing Managers melonjak ke 55,4

dari 53,4 pada bulan Agustus, mencatatkan kuartal industri terbaik tahun ini.

Itu merupakan angka tertinggi sejak Juni 2014 dan jauh melebihi perkiraan ekonom di 52,1.(Best Profit Futures)

Pesanan ekspor raih peningkatan terbaiknya sejak Januari 2014 di September,

dan Markit mengatakan manufaktur mungkin membantu untuk mengangkat GDP dalam tiga bulan.

Laporan ini menunjukkan bagaimana depresiasi sterling sebesar 13 persen sejak jajak pendapat Brexit pada bulan Juni mendukung manufaktur di tengah

ketidakpastian tentang hubungan perdagangan baru Inggris dengan Uni Eropa.

Hal ini juga menambah bukti bahwa penurunan ekonomi dampak dari referendum menjadi lebih baik daripada yang telah diantisipasi.

Sumber : okezone.com