PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Properti Paling Seksi di Bursa, Tumbuh 30% Dari Awal Tahun

Best Profit Futures –  

Berinvestasi di bursa saham kadang untung tinggi, tapi kadang juga buntung. Berbahagialah bagi Anda yang sudah tanam uang di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal tahun ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun sampai penutupan perdagangan akhir pekan lalu sudah naik 14,5%. Semua sektor industri di lantai bursa pun kompak menguat.

Seperti dikutip dari data perdagangan BEI, Senin (3/6/2014), dari semua sektor tersebut ada satu indeks sektoral yang menguat paling tinggi yaitu sektor properti. Indeks sektor ini mampu tumbuh hingga 29,02%.

Saham-saham yang berada di sektor properti ini juga termasuk emiten konstruksi bangunan dan real estate. Jadi investor yang sudah menyimpang uangnya di saham-saham properti rata-rata sudah meraup keuntungan hampir 30% sejak awal tahun ini.

Sektor lain yang tak mau ketinggalan tumbuh tinggi adalah sektor finansial, yang biasanya didorong oleh saham-saham bank berkapitalisasi besar. Indeks sektor finansial berada di urutan kedua setelah sektor properti.

Berikut ini hasil kinerja indeks sektoral di lantai bursa sejak awal tahun sampai penutupan perdagangan akhir pekan lalu: (Best Profit Futures).

  1. Indeks Sektor Properti tumbuh 29,02%

  2. Indeks Sektor Finansial tumbuh 20,47%

  3. Indeks Sektor Infrastruktur tumbuh 17,43%

  4. Indeks Sektor Perdagangan tumbuh 12,31%
  5. Indeks Sektor Konsumer tumbuh 11,78%
  6. Indeks Sektor Agrikultur tumbuh 10,52%
  7. Indeks Sektor Manufaktur tumbuh 8,61%
  8. Indeks Sektor Industri Dasar tumbuh 8,33%
  9. Indeks Sektor Tambang tumbuh 8,09%
  10. Indeks Sektor Aneka Industri tumbuh 3,53%

(Best Profit Futures).

Emas jatuh ke level terendah lima bulan, memperpanjang penurunan pekan lalu setelah pemilihan presiden karena dolar menguat terhadap ekspektasi yang tinggi untuk peningkatan suku bunga di AS

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 1,1 persen menjadi $ 1,213.81 per ons, level terendah sejak 3 Juni,

dan berada di $ 1,217.19 pada pukul 09:15 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam telah kehilangan 5,9 persen pekan lalu, terbesar sejak Juni 2013.

Emas memiliki minggu yang volatil setelah pemilu yang mengejutkan dari Donald Trump melihat harga melonjak terhadap permintaan haven,

hanya akan merosot ketika investor menurunkan risiko ke pasar. Fokusnya sekarang kembali pada tingkat suku bunga AS,

dengan probabilitas 84 persen dari persentase poin kenaikan kuartalan pada pertemuan Federal Reserve tanggal 13-14 Desember, menurut fed funds futures. Indeks Bloomberg Spot Dollar naik 0,4 persen. (Best Profit Futures).

Sumber dari http://finance.detik.com