PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Jepang Turun Seiring Kebijakan Trump Memicu Kesengsaraan Geopolitik

PT Bestprofit
PT Bestprofit Saham di Tokyo turun untuk pertama kalinya dalam empat hari terakhir seiring para investor mengkaji perintah untuk membatasi masuknya orang-orang dari tujuh negara mayoritas Muslim dari kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Sektor bank dan otomotif yang menjadi hambatan terbesar pada Indeks Topix karena penguatan yen terhadap dolar pada hari Senin di Asia.

Trump pada Jumat lalu memberikan kebijakan tanpa batas waktu untuk melarang masuknya orang-orang dari pengungsian di Suriah,

sementara membekukan masuknya pengungsi lain dan dilarang masuk oleh orang-orang dari negara-negara mayoritas Muslim selama 90 hari,

meskipun hakim memblokir bagian dari rencana tersebut. Sekitar 84 persen responden Jepang yang disurvei oleh Kyodo News mengatakan kebijakan Trump ‘America First™ dapat meningkatkan kekhawatiran geopolitik.

Bank of Japan (BOJ) memulai pertemuan kebijakan selama dua hari dimulai hari Senin. (PT Bestprofit)

Indeks Topix turun 0,5 % ke level 1,541.77 pada pukul 09:32 pagi waktu Tokyo. Indeks Nikkei 225 melemah 0,5 % ke level 19,372.04. (PT Bestprofit)

Sedangkan Bursa Hong Kong Ditutup Naik ke 3 Bulan Tertinggi

Saham-saham Hong Kong naik untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis, mencapai penutupan tertinggi dalam tiga bulan setelah Dow Jones Industrial Average menembus level 20.000 poin untuk pertama kalinya.

Sentimen juga dibantu oleh dolar AS yang lebih lemah, mengurangi kekhawatiran dari arus keluar modal dari Hong Kong.

Indeks dolar merosot ke tujuh minggu terendah, tertekan oleh sikap proteksionis presiden AS Donald Trump.

Indeks acuan Hang Seng naik 1,4 persen, ke 23,374.17, membukukan kenaikan harian terbesar dalam tiga minggu. Sementara Indeks China Enterprises naik 1,2 persen, ke 9,854.36.

Hang Seng telah naik 2,1 persen sepanjang minggu ini, dan telah menguat 6,2 persen dalam bulan ini.

Indeks Dow Jones melonjak pada hari Rabu, karena pendapatan dan optimisme yang kuat atas inisiatif pro-pertumbuhan Trump direvitalisasi kenaikan pasca pemilu di AS.

Selain itu Bursa AS Ditutup Melemah, Obligasi Naik Diiringi Penurunan Minyak

Dolar melemah, sementara obligasi menguat setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat di kuartal terakhir, memberikan investor alasan untuk menambah reflation perdagangan yang telah menentukkan pasar sejak pemilihan Donald Trump. Ekuitas Amerika sedikit berubah dekati semua waktu tertinggi di tengah laporan pendapatan.

Indeks S & P 500 turun 0,1 persen ke level 2,294.50 pada pukul 16:00 sore waktu New York. Ini naik 1 persen selama pekan ini dan hari Rabu ditutup pada rekornya. (PT Bestprofit)

Saham Alphabet Inc tergelincir 1,4 persen setelah laba meleset dari estimasi, sementara saham Microsoft melonjak 2,4 persen dan saham Intel memperpanjang kenaikan menjadi 0,6 persen karena pendapatannya melampaui ekspektasi.

Sumber : Bloomberg