PT Best Profit Futures Surabaya

Saham China Naik di Hong Kong Terkait Data Payroll AS Melampaui Perkiraan

Best Profit
Best Profit Futures – Saham China yang diperdagangkan di Hong Kong raih kenaikan terbaiknya dalam tujuh pekan terakhir,

bergabung bersama reli global terkait data tenaga kerja AS mengisyaratkan bahwa ekonomi terbesar di dunia tersebut berada pada pondasi yang kuat.

Best Profit Futures – Indeks Hang Seng China Enterprises Inaik 1,9 persen pada 10:14 pagi, setelah turun 2 persen pekan lalu. Indeks S & P 500 naik 1,5 persen

pada hari Jumat setelah sebuah laporan menunjukkan peningkatan pekerja sebesar 287.000 di nonfarm payrolls pada bulan Juni, (Best Profit Futures)

yang terbaik dalam delapan bulan. Di daratan China, indeks Shanghai Composite naik 0,3 persen pada hari Senin ini.

Indeks Hang Seng China Enterprises diperdagangkan pada 8,696.35, sementara indeks Hang Seng naik 1,6 persen ke 20.888.

Konsumen dan perusahaan energi memimpin kenaikan, dengan Belle International Holdings Ltd menguat sebesar 3,7 persen.(Best Profit Futures)

China Petroleum dan Chemical Corp naik 2,8 persen, sementara China Shenhua Energy Co naik 2,8 persen.

Saham Asia menguat, mengikuti kenaikan pada saham AS setelah laporan tenaga kerja yang kuat meredakan kekhawatiran negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Ekuitas Jepang memimpin kenaikan.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 persen ke 128,88 pada 09:00 pagi di Tokyo. Indeks Topix Jepang melonjak karena yen melemah setelah data AS.(Best Profit Futures)

Jajak pendapat menunjukkan koalisi Perdana Menteri Shinzo Abe berada di jalur untuk mayoritas dua pertiga setelah pemilu hari Minggu yang akan memungkinkan Abe untuk merevisi konstitusi damai negara itu.

Indeks S & P 500 sempat menguat ke dekat rekornmya pada hari Jumat, menghapus kerugian yang timbul pasca jajak pendapat Inggris,

seiring peningkatan pekerja sebesar 287.000 yang melampaui ekspektasi para ekonom.(mrv)

Selain itu Imbas Kekhawatiran Brexit Bursa Hong Kong Ditutup Turun

Saham-saham Hong Kong jatuh pada hari Jumat, mengikuti kerugian di saham-saham Shanghai, di tengah kekhawatiran pelemahan lebih lanjut dalam yuan

dan kekhawatiran bahwa keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa bisa menggoyahkan salah satu pasar ekspor terbesar China.

Yuan telah tergelincir ke posisi terendah 5 1/2 tahun dan tergelincir lagi terhadap dolar pada hari Jumat,

memicu kekhawatiran lonjakan arus keluar modal dari China dalam beberapa bulan mendatang yang bisa memperumit upaya pemerintah untuk menstabilkan perekonomian.

Indeks blue-chip Hang Seng turun 0,7 persen menjadi 20,564.17 poin, sementara indeks China Enterprises turun 0,8 persen menjadi 8,534.79.

Untuk minggu ini, indeks acuan blue-chip mengakhiri minggu ini dengan turun 1,1 persen, sedangkan indeks perusahaan China turun 2,0 persen, mengakhiri reli dua minggu berturut-turut.(Best Profit Futures)

Sumber: Reuters