PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Asia Terus Tertekan

Best Profit Futures – Saham Asia kembali berada dalam tekanan kerugian ketika harga minyak mentah AS turun di bawah $ 28 per barel dan Dana Moneter Internasional menekankan kekhawatiran tentang pertumbuhan global.

Saham Jepang jatuh kembali ke level terendah sejak September, mendorong indeks saham regional turun untuk ke-11 kalinya dalam 13 hari.

Kontrak saham AS menurun setelah Indeks Standard & Poor 500 tergelincir ke level yang terakhir terlihat pada Agustus, sebelum akhirnya menguat pada jam terakhir di perdagangan Selasa. (Best Profit Futures)

Investor terlihat resah atas perlambatan di Cina yang berdampak pada sentimen pasar global dan membuat IMF juga menunjukkan keprihatinan.

IMF memotong prospek untuk pertumbuhan dunia di tengah anjloknya harga komoditas dan gejolak politik di pasar negara berkembang seperti Brasil.

Investor tetap gelisah meskipun produk domestik bruto China sesuai dengan perkiraan. Index Bank of America Merrill Lynch terhadap volatilitas untuk saham ,

obligasi, mata uang dan komoditas berada di dekat dengan level tertinggi sejak Oktober. (Best Profit Futures)

Badan Energi Internasional memangkas perkiraan permintaan minyak mentah global pada hari Selasa dan menyulut kecemasan atas melebihnya pasokan minyak seluruh dunia.

Jumlah izin bangunan rumah Australia jatuh pada bulan Agustus dari bulan Juli.

Izin untuk membangun atau merenovasi rumah dan apartemen turun 1,8% dari bulan Juli,

dan naik 10,1% dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Australia mengatakan Selasa.

Pada bulan Juli izin naik 12% untuk bulanan.

Izin untuk membangun rumah turun 1,3% pada bulan Agustus, sedangkan izin untuk apartemen dan tempat tinggal lainnya turun 3,6% dibandingkan dengan periode yang sama.

Australia berada di tengah-tengah ;booming™ konstruksi perumahan, yang membantu untuk mendukung pertumbuhan PDB yang kuat.

Rekor suku bunga rendah dan jatuhnya angka pengangguran mendasari permintaan pembangunan.

Laju pembangunan perumahan telah meningkatkan pasokan dalam waktu-waktu sekarang sehingga

membantu meredakan kekhawatiran di Reserve Bank of Australia tentang harga rumah, yang naik lebih dari 40% sejak 2012.

Sumber : www.foreximf.com