PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Asia Naik Terkait Yen di tengah Spekulasi Suku Bunga AS

Best Profit
Best Profit Futures – Saham Asia naik imbas terhentinya kenaikan yen setelah menembus 100 terhadap dolar dan investor menimbang prospek untuk suku bunga yang lebih tinggi tahun ini.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen ke level 139,69 pada pukul 09:10 siang waktu Tokyo.

Indeks Topix Jepang naik 0,3 persen menyusul melemahnya yen terhadap dolar

setelah untuk waktu sesaat sempat menyentuh menyentuh level 99,54 pada hari Selasa.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan bank sentral berpotensi menaikkan suku bunga segera mungkin setelah bulan depan,

memperingatkan investor bahwa mereka meremehkan kemungkinan untuk kenaikan biaya pinjaman.(Best Profit Futures)

Ekuitas Asia telah naik 23 persen dari level rendah Februari sampai hari Selasa seiring lesunya data ekonomi di AS memicu spekulasi bank sentral

akan terus mendukung perekonomian dengan stimulus dan kebijakan moneter yang longgar.

Sementara peluang The Fed akan menaikkan suku pada bulan Desember naik menjadi 51 persen pada hari Selasa, dari 45 persen pada hari sebelumnya, pedagang bertaruh hanya ada di kesempatan 22 persen

akan dilakukan pengetatan bulan depan, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.(Best Profit Futures)

Sedangkan Upah di Australia tumbuh 0,5% pada kuartal kedua

Upah di Australia naik 0,5% secara penyesuaian musiman pada kuartal kedua dari kuartal sebelumnya dan naik 2,1% dari tahun sebelumnya,

Biro Statistik Australia mengatakan dalam rilis datanya hari ini.

Pertumbuhan upah telah melambat dalam laju terlemah sejak resesi terakhir Australia di awal 1990-an,

mendukung pembacaan inflasi ultra-lemah dan dua penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.(Best Profit Futures)

Lemahnya pertumbuhan upah ini sebagian disebabkan oleh turunnya harga komoditas dan pendapatan nasional yang lebih rendah selama beberapa tahun terakhir, menurut ekonom.

Australia sedang dalam penyesuaian setelah lonjakan untuk dekade panjang pertambangan yang mencapai puncaknya sekitar 5 tahun yang lalu, dimana itu merupakan periode ketika upah melonjak.

Data Rabu menunjukkan perlambatan lebih lanjut untuk upah di negara-negara bagian yang kaya akan sumber daya seperti Australia Barat dan Queensland,

sedangkan New South Wales dan Victoria – yang memiliki ekonomi berbasis layanan lainnya – bernasib lebih baik.

Di sektor swasta, upah naik 0,5% pada kuartal kedua dari kuartal pertama dan naik 2,0% dari tahun sebelumnya.

Upah sektor publik naik 0,6% di kuartal ini dan meningkat 2,4% dari tahun sebelumnya, data dari ABS menunjukkan. (Best Profit Futures)

Sumber: MarketWatch