PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Asia Naik seiring Penguatan Saham Jepang Naik

Best Profit
Best Profit Futures – Sebagian besar saham Asia menguat, dengan saham Jepang menguat menyusul melemahnya yen,

setelah data menunjukkan ekspansi di bidang manufaktur AS mendorong optimisme atas kesehatan ekonomi negeri Paman Sam itu.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen ke level 140,74 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen seiring penurunan yen untuk hari keenam terhadap dolar.

Yen turun 0,4 persen ke level 102,03 terhadap dolar. Kemungkinan Fed akan menaikkan suku pada bulan Desember naik menjadi 61 persen pada hari Senin,

dari 51 persen pada seminggu sebelumnya menyusul pesanan baru dan produksi bertambah pada bulan lalu, menunjukkan perbaikan secara bertahap di seluruh lanskap manufaktur Amerika. (Best Profit Futures)

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4 persen, sedangkan S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,4 persen dan

S & P / NZX 50 Index Selandia Baru tergelincir 0,3 persen.

Pasar di Cina daratan ditutup sepanjang minggu untuk liburan, sementara pasar Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan.

Kontrak pada indeks Hang Seng turun 0,1 persen dalam perdagangan terbaru mereka.

Sedangkan Eksportir Angkat Saham Jepang seiring Pelemahan Yen

Saham Jepang naik, didorong oleh saham eksportir seiring yen menuju penurunan beruntun terpanjangnya terhadap dolar sejak Agustus

setelah data pabrik AS yang mengalahkan perkiraan menambahkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve.(Best Profit Futures)

Indeks Topix diperdagangkan 0,3 persen lebih tinggi di level 1,334.99 pada pukul 09:04 pagi waktu Tokyo. Nikkei 225 naik 0,4% ke level 16,670.34.

Yen jatuh untuk hari keenam, melemah 0,2 persen ke level 101,82, setelah sebuah laporan menunjukkan manufaktur berekspansi pada bulan

September sehingga memicu kepercayaan dalam pemulihan yang merupakan kunci untuk menentukan jalan bagi Fed untuk suku bunga yang lebih tinggi.

Reli dua hari di Topix terjadi setelah penurunan 2 persen pekan lalu menyusul kekhawatiran atas masalah keuangan Deutsche Bank AG membebani pasar saham global.(Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 naik 0,1 persen setelah indeks acuan ekuitas ini turun 0,3 persen pada hari Senin. Data terakhir menunjukkan indeks Institute for Supply Management naik menjadi 51,5 dari 49,4 bulan Agustus,

yang merupakan pembacaan yang menandai kontraksi pertama dalam enam bulan.

Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan. Pedagang meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan Desember menjadi 61 persen,

naik dari 51 persen minggu lalu, setelah Fed menahan diri untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di bulan September.(Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg