PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Asia Naik Didorong Optimisme pada Ekuitas AS yang Alami Rally

Best Profit
Best Profit Futures – Saham Asia menguat, didorong oleh optimisme di pasar AS di mana saham acuan utama naik menuju rekor tertinggi.

Saham Jepang berfluktuasi karena investor mencoba untuk menilai dampak dari terjadinya gempa bumi yang memicu peringatan tsunami di Fukushima.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 % ke level 135,00 pada pukul 09:10 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix sedikit berubah setelah memasuki pasar bullish pada hari Senin.

Yen menguat 0,2 % ke level 110,56 setelah gempa berkekuatan 7,4 skala richter melanda wilayah timur laut Jepang pada Selasa pagi.

Saham perusahaan energi di Asia naik 0,9 % diikuti harga minyak setelah Iran dan Irak mengisyaratkan bahwa kelompok negara penghasil minyak akan mencapai kesepakatan pengurangan pasokan.

Keempat indeks utama AS naik secara bersamaan untuk pertama kalinya sejak tahun 1999, (Best Profit Futures)

didorong oleh optimisme bahwa kebijakan pemerintahan baru akan memacu pertumbuhan ekonomi.

Saham Asia menurun pada bulan ini karena kemenangan Donald Trump di pemilu 8 November

diperdalam arus keluar modal dari pasar ekuitas terkait ekspektasi untuk kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan pada pekan lalu bahwa bank sentral dekati kenaikan biaya pinjaman.

Fed dana berjangka menunjukkan peluang 100 % dari kenaikan suku bunga AS bulan depan, (Best Profit Futures)

dibandingkan dengan probabilitas sebesar 68 % pada awal November.

Sedangkan Saham Jepang Berfluktuasi Setelah 8 Hari Rally Ditengah Terjadinya Gempa (Best Profit Futures)

Saham Jepang berfluktuasi setelah reli selama delapan hari yang membawa indeks tersebut ke level tertinggi sejak

Februari karena para investor menilai dampak dari gempa berkekuatan 7,4 skala richter di lepas pantai Fukushima.

Indeks Topix naik 0,2 % pada pukul 09:09 pagi waktu Tokyo, setelah jatuh kurang dari 0,1 % sementara yen menguat 0,2 % ke level 110,61.

Gempa tersebut terjadi pukul 05:59 pagi waktu setempat di kedalaman 10 kilometer (6,2 mil), menurut laporan dari Badan Meteorologi Jepang,

memicu peringatan tsunami di lokasi yang sama di mana pada Maret 2011 bencana tersebut terjadi. Tidak ada laporan tentang korban.

Pasar ekuitas Tokyo merupakan yang stabil setelah bursa kedua Nikkei 225 Stock Average dan Indeks Topix memasuki pasar bullish lebih luas,

melonjak lebih dari 20 % dari posisi terendah tahun ini, didukung oleh pelemahan yen.

Greenback kembali rebound dan kenaikan tipis pada ekuitas global dalam imbal hasil obligasi dipicu oleh kemenangan Donald Trump dipemilu secara mengejutkan telah didukung sektor eksportir dan bank-bank di Jepang.

Sumber : Bloomberg