PT Best Profit Futures Surabaya

Best Profit Futures; Saham Asia Melemah Terkait Brexit dan Penguatan Yen

bestprofit21062016
BestProfit Futures – Saham Asia berada di zona merah setelah rally terbesar dalam tiga bulan menyusul menguatnya mata uang yen membebani ekuitas Jepang dan investor mencermati pemungutan suara untuk referendum Inggris.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0,1 persen ke level 128,71 pada pukul 09:00 pagi waktu Tokyo setelah melompat 1,9 persen pada hari Senin terkait taruhan bahwa rakyat Inggris akan memilih untuk tinggal di Uni Eropa pada pemungutan suara hari Kamis nanti. Indeks Topix Jepang turun 0,8 persen seiring penguatan yen yang menuju kenaikan delapan hari. Hasil untuk Brexit masih sulit untuk diprediksi seiring terlalu dekatnya peroleahan poling dua kubu, dengan jajak pendapat terbaru YouGov untuk surat kabar Times yang diterbitkan Senin menunjukkan kubu “keluar” meraih perolehan suara 44 persen dan kubu ˜Bertahan4 memperoleh suara 42 persen, sementara survei lainnya oleh ORB untuk Daily Telegraph menunujukkan perolehan 53 persen untuk kubu ˜Tetap™ dan 46 persen untuk kubu ˜Keluar™.

S & P / ASX 200 Index Australia menguat 0,1 persen, seperti yang dilakukan S & P / NZX 50 Index Selandia Baru. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,3 persen. E-Mini berjangka pada indeks S & P 500 naik 0,2 persen setelah indeks dasar naik 0,6 persen pada hari Senin. Kontrak pada indeks Hang Seng Hong Kong bertambah 0,8 persen, sementara FTSE Cina A50 Index berada 0,2 persen lebih tinggi.

berita lainnya Saham Hong Kong Ditutup Naik Pada Harapan Inggris Akan Tetap Dalam Uni Eropa (Riview)

Saham Hong Kong melonjak hampir 2 persen pada hari Senin, kenaikan satu hari terbesar mereka dalam hampir satu bulan, karena pasar Asia rebound pada harapan bahwa Inggris akan memutuskan untuk tetap di Uni Eropa.

Indeks Hang Seng naik sebesar 1,7 persen, ke 20,510.20, sedangkan Indeks China Enterprises naik 1,8 persen, ke 8,639.51 poin.

ketakutan Brexit mereda pada tiga jajak pendapat di Inggris menjelang referendum keanggotaan Uni Eropa pada 23 Juni yang menunjukkan bahwa masyarakat yang memilih “Tetap” memulihkan beberapa momentum, meskipun gambaran keseluruhan tetap yaitu pembagian suara terbagi rata.

Sebagian besar sektor Hong Kong menguat, dengan sektor keuangan dan saham energi memimpin kenaikan.

Sumber: Bloomberg