PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Asia di luar Jepang Dibuka di Zona Merah

Best Profit

Best Profit Futures –Saham Asia di luar Jepang turun menyusul kekhawatiran bank sentral akan mengurangi stimulus, sementara indeks Topix menguat setelah yen melemah.

MSCI Asia Pacific tidak termasuk Jepang Index turun 0,5 persen ke level 454,28 pada pukul 09:05 pagi waktu Tokyo.

Obligasi, mata uang dan saham terguncang pada hari Selasa setelah Bloomberg News melaporkan Bank Sentral Eropa kemungkinan untuk secara bertahap

meningkatkan pembelian aset sehingga akan mengakhiri pelonggaran kuantitatif, (Best Profit Futures)

pejabat yang meminta untuk tidak diidentifikasi mengatakan. Kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 61 persen pada Selasa,

dari sekitar 50 persen seminggu sebelumnya. Indeks Topix naik 0,2 persen pada hari Rabu setelah yen mengalami penurunan terbesar terhadap dolar dalam lebih dari sebulan.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6 persen, begitu juga dengan S & P / ASX 200 Index Australia. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru turun 0,9 persen.

Pasar China ditutup untuk sisa minggu ini, sedangkan di Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan.

Kontrak pada indeks Hang Seng turun 0,1 persen di sebagian besar perdagangan terakhir. Indeks acuan Hong Kong naik 0,5 persen hari Selasa.

Sedangkan Saham Jepang naik untuk hari ketiga, didukung oleh saham eksportir,

setelah yen mengalami penurunan tertajam dalam hampir enam minggu setelah pernyataan hawkish dari pejabat AS Federal Reserve.

Indeks Topix naik 0,2 persen ke level 1,343.06 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo dan Nikkei 225 menguat 0,3% ke level 16,782.41.

Yen diperdagangkan di level 102,73 per dolar setelah meluncur 1,2 persen hari Selasa, yang tercatat sebagai penurunan terbesar sejak 26 Agustus. Presiden Federal Reserve Bank of Richmond Jeffrey Lacker,

Selasa mendesak bank sentral AS untuk menaikkan suku untuk menangkal kemungkinan kenaikan pada inflasi yang akan memaksa kenaikan lebih besar nantinya.

Pernyataannya dirilis beberapa jam setelah Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan bahwa ekonomi sudah matang untuk melakukan kenaikan suku bunga.

Kontrak pada Indeks S & P 500 tergelincir 0,1 persen. Indeks dasar ekuitas itu turun 0,5 persen haro Selasa.

Mester Fed juga mengatakan “kasus ini akan tetap menarik” untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan

November Fed, meskipun pertemuan itu dilakukan dalam jarak waktu yang dekat dengan pemilihan presiden AS.

Investor melihat peluang 61 persen dari kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember pada hari Selasa, naik dari 50 persen seminggu sebelumnya. (Best Profit Futures)

Sumber: Bloomberg