PT Best Profit Futures Surabaya

Saham AS Ditutup Naik Namun Dow Berakhir pada Level Terendah di 2017

Best Profit
Best Profit Saham AS mengalami kenaikan yang moderat pada hari Rabu, ditengah keuntungan di sektor keuangan mengimbangi kelemahan dalam

saham telekomunikasi tetapi Indeks Dow Jones Industrial Average melawan tren untuk ditutup pada level terendahnya di tahun 2017. (Best Profit)

Indeks S & P 500 menguat 4 poin atau 0,2 %, menjadi ditutup pada level 2.271. Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 22 poin atau 0,1 %,

menjadi berakhir pada level 19.804 sedangkan Indeks Nasdaq Composite lebih tinggi 16 poin atau 0,3 %, menjadi ditutup pada level 5.555.

Indeks utama diperdagangkan dalam kisaran ketat terkait sentimen tetap tenang menjelang pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, Jumat. (Best Profit)

Sedangkan Bursa AS Tertekan Didorong Pelemahan di Sektor Retail

Saham AS menghadapi tekanan pada hari Rabu, seiring keuntungan yang kuat pada saham keuangan diimbangi kelemahan dalam saham transportasi dan ritel.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 47 poin atau 0,2 %, ke level 19.779, sedangkan saham UnitedHealth Group Inc melemah lebih dari 2 %.

Indeks S & P 500 berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian tipis dan terakhir turun

1 poin berada di level 2.267, dengan gainers di sektor real-estate terkemuka dan sektor konsumen-discretionary membebani indeks. (Best Profit)

Indeks Nasdaq Composite menguat 2 poin ke level 5.541.

Selain itu Bursa Tokyo dibuka menguat seiring melemahnya yen

Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Kamis seiring menguatnya saham

eksportir berkat penurunan yen terhadap dolar.

Indeks Nikkei 225 menguat 1,06 persen, atau 199,61 poin, ke level 19,093.98 dalam beberapa menit

pertama perdagangan sedangkan indeks Topix naik 1,08 persen, atau 16,42 poin ke level 1,530.28. (Best Profit)

Ekuitas Jepang turun 2 persen minggu ini hingga hari Rabu, dengan sentimen

terbebani oleh penguatan terbaru dalam yen.

Yellen mengatakan inflasi AS bergerak ke arah target bank sentral dan masuk akal

untuk secara bertahap untuk mengurangi tingkat dukungan pada kebijakan moneter. (Best Profit)

Sumber: AFP