PT Best Profit Futures Surabaya

Saham Apple Pimpin Penurunan Pasar Saham AS

Best Profit Futures – Pasar saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah, karena saham Apple (AAPL.O) turun dan imbal hasil obligasi Amerika menyentuh level tertinggi satu bulanan.

Para investor khawatir the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan.

Ke-10 sektor pada indeks S&P 500 berakhir lebih rendah. Saham Apple, yang sempat melonjak 4,8 persen di awal sesi, harus turun 0,4 persen menjadi USD97,99.

Setelah Apple mengumumkan dua iPhone yang lebih besar. Sementara benchmark US Treasury 10-tahun naik menjadi 2,5 persen. (Best Profit Futures)

“Meningkatkan kondisi ekonomi AS dapat memaksa Federal Reserve untuk mengencangkan stimulus lebih awal. Naiknya US Treasury adalah diskon langsung terhadap aset keuangan,

termasuk saham,” kata kepala analis pasar Voya Investment Management, Doug Cote, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (10/9/2014). (Best Profit Futures)

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) turun 97,55 poin atau 0,57 persen menjadi 17.013,87, indeks S&P 500 (SPX)

kehilangan 13,1 poin atau 0,65 persen menjadi 1.988,44 dan Nasdaq Composite (IXIC) turun 40 poin atau 0,87 persen menjadi 4.552,29. (Best Profit Futures)

Data dari BATS Global Markets mencatat, sekitar 5,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas rata-rata lima hari terakhir 5,5 miliar.

Selain saham Apple, saham Yahoo (YHOO.O) juga turun 2,5 persen menjadi USD40,78, dan Microsoft (MSFT.O) naik 0,6 persen menjadi USD46,76, dan menjadi yang paling aktif diperdagangkan di Nasdaq.

Saham-saham di Hong Kong turun lagi Jumat pagi ini, memperpanjang laju penurunan menjadi 4 hari berturut-turut, setelah sell-off di Wall Street. (Best Profit Futures)

Indeks Hang Seng merosot 0,19 persen, atau 43,52 poin ke 23,088.83.

Indeks Shanghai Composite datar, turun sebesar 0,65 poin ke 3,111.70 dan indeks Shenzhen Composite, yang mengikuti saham-saham di bursa kedua China, juga sedikit lebih rendah, melemah 0,98 poin ke 2,067.11.

  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com