PT Best Profit Futures Surabaya

Sabuk Airbag Ini Bisa Hindari Patah Tulang Akibat Kecelakaan

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Teknologi keamanan kendaraan terus berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan.

Setelah sabuk keselamatan atau airbag, kini ada alat baru yang mengombinasikan sabuk dan airbag. Alat tersebut dibuat oleh perusahaan yang berbasis di Allentown,

Pennsyvania, Amerika Serikat, ActiveProtective, untuk para orang tua yang mengalami keterbatasan fisik.

Meski sudah menggunakan sabuk keselamatan serta mobil dilengkapi airbag, bukan berarti mereka bisa terhindar dari luka akibat kecelakaan.

Struktur tubuh yang lemah menyebabkan para orang tua rentan terkena dampak fatal kecelakaan. (BEST PROFIT FUTURES)

Orang berusia muda saja belum tentu bisa sembuh cepat jika mengalami luka kecelakaan, terutama patah tulang, apalagi orang tua.

Ide membuat sabuk airbag ini datang dari Robert Buckman yang juga Chief Technology Officer ActiveProtective.

Ia merasa terpanggil setelah mengetahui banyak kasus para orang tua mengalami patah tulang pangkal paha akibat kecelakaan mobil.

Ia pun membuat alat yang bisa menghindari mereka dari potensi luka tersebut.

Alat tersebut digunakan seperti sabuk yang bisa dipasang di dalam atau di luar pakaian. Seperti pada airbag kendaraan,

di dalam sabuk tersebut terdapat inflator yang mengembangkan kantong saat terjadi benturan.

Kantung-kantung tersebut otomatis terbuka lalu mengelilingi paha pengguna sehingga bisa terhindar dari benturan keras dengan interior mobil.(BEST PROFIT FUTURES)

Di bagian luar sabuk terdapat sensor tiga dimensi yang bisa membaca potensi terjadinya benturan.

Alat ini diklaim mampu mengurangi risiko patah pangkal paha pada penggunanya hingga 90 persen.

Pihak ActiveProtective akan menguji coba alat tersebut tahun ini lalu mulai menjualnya pada 2016.(BEST PROFIT FUTURES)

Dolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond

Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi.

Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku

bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September. Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo,

setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ¥ 102,74,

setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus.(BEST PROFIT FUTURES)

Sumber dari http://news.okezone.com