PT Best Profit Futures Surabaya

Saatnya Beli Saham-Saham yang Bernilai Rendah

Best Profit Futures – Perjuangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melepaskan diri atau paling tidak menggeser rentang konsolidasi

menunjukkan secercah harapan. Pergerakan IHSG pada penutupan perdagangan kemarin di atas level resistance 4.871.

Research Department Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya, mengatakan bahwa IHSG berpotensi untuk melanjutkan

perjalanan naik menuju target resistance berikutnya pada level 4.903 dan support saat ini berada pada level 4.842.

“Untuk timeframe jangka pendek IHSG belum lepas dari pola sideways,” ucap William di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

William menambahkan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai akumulasi pada saham-saham dengan nilai yang tergolong rendah.

“Dan juga memanfaatkan moment rebound untuk mendapatkan capital gain,” paparnya.

Pada perdagangan kemarin, IHSG terus berada di zona hijau, hingga sore ini IHSG masih bergerak positif. IHSG ditutup menguat 33,43 poin atau 0,69 persen ke 4.872.

IHSG ditutup dengan 183 saham menguat, 101 saham melemah, dan 85 saham bergerak stagnan.

Sore ini, telah terjadi transaksi sebesar Rp4,073 triliun dari 3,793 miliar lembar saham diperdagangkan.

 (Best Profit Futures)

Emas jatuh, bergabung dengan penurunan pada aset haven lainnya, setelah Federal Bureau of Investigation mengatakan bahwa mereka mempertahankan

pandangan bahwa penanganan Hillary Clinton untuk e-mailnya bukan merupakan kejahatan sehingga menguatkan suara Demokrat pada masa akhir kampanye pemilihan presiden AS .

Bullion untuk pengiriman segera jatuh 1,3 persen ke level $ 1,288.11 per ounce dan diperdagangkan di level $ 1,292.38 pada pukul 8:20 pagi waktu Singapura.

Pekan lalu, logam melonjak 2,3 persen di tengah kekhawatiran capres dari partai Republik Donald Trump mungkin akan memimpin Gedung Putih,

dengan Citigroup Inc memprediksi emas akan reli ke level $ 1.400 jika Donald Trump memenangkan pilpres.

Harga emas telah diperdagangkan dalam beberapa pekan terakhir sebagai barometer peluang Trump memenangkan pilpres bahkan di saat investor juga melacak

data AS untuk mengukur kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi. FBI tetap berpendapat bahwa penanganan Clinton untuk (Best Profit Futures)

e-mailnya di saat dia menjabat sebagai sekretaris negara bukan merupakan kejahatan, direktur biro, James Comey,

mengatakan dalam sebuah surat. Pada 28 Oktober silam, Comey mengatakan FBI kembali memeriksa e-mail baru terkait Clinton sehingga menggolakan pemilu dan mengangkat harga emas.

Emas jatuh pada hari Senin di Asia bersama dengan yen dan Swiss franc, sementara ekuitas dan berjangka ekuitas naik dikarenakan investor

mengkalibrasi ulang harapan mereka untuk pilpres setelah intervensi kedua dari FBI. Pemilih AS akan melakukan pergi ke bilik suara pada hari Selasa. (Best Profit Futures)

Menambah tekanan untuk bullion, Departemen Tenaga Kerjan AS Jumat lalu melaporkan bahwa tingkat pengangguran turun

sementara penghasilan per jam naik lebih tinggi sehingga meningkatkan prospek untuk kenaikan suku bunga.

Federal Reserve Bank of Atlanta Presiden Dennis Lockhart mengisyaratkan bank sentral berada di trek untuk menaikkan suku bunga bulan depan,

memberikan ketiadaan intervensi bagi para pembuat kebijakan untuk menunda kenaikan. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com