PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Tak Melemah Sendirian

Best Profit Futures –  Bank Indonesia (BI) menilai kebijakan normalisasi The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan tingkat suku bunga akan memberikan kondisi perekonomian yang dinamis.

Direktur Group of Monetary Operation BI, Donny Hutabarat, mengatakan kebijakan yang

dilakukan The Fed tersebut harus diantisipasi oleh industri keuangan Indonesia.

Sebab, diperkirakan kebijakan tersebut akan lebih cepat dari rencana sebelumnya.

“Ini yang perlu diantisipasi Indonesia dan harus siap menghadapi normalisasi kebijakan

The Fed,” kata Donny di Graha Mandiri, Jakarta, Selasa (7/10/2014).

Donny menuturkan, kebijakan yang dilakukan The Fed juga akan berdampak terhadap nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang belakangan ini menyentuh 12.000 per USD.

“Tapi pelemahan mata uang yang terjadi tidak hanya pada Rupiah sendiri saja, karena hampir terjadi pada sebagian mata uang dunia,” tambahnya. (Best Profit Futures)

Tidak hanya itu, sambung Donny, kondisi perekonomian Indonesia juga belum mengalami stabilitas,

hal tersebut terlihat dari sikap investor asing yang menunggu kepastian pemilihan pimpinan MPR.

“Keseimbangan parlemen saat ini sedang dicermati oleh investor asing, pemerintah baru ini sangat dinanti-nanti oleh investor asing,

maka dari itu pasar keuangan di Indonesia dan BI harus siap dan selalu berada di pasar,” pungkasnya.

  (Best Profit Futures)

Emas berjangka menetap lebih rendah pada hari Senin karena dolar AS menyentuh 8 bulan tertinggi di tengah data yang menunjukkan

bahwa laju pertumbuhan antara produsen Amerika lebih baik dari yang diharapkan pada bulan Oktober. (Best Profit Futures)

Emas untuk pengiriman Desember turun $ 4, atau 0,3%, untuk menetap di $ 1,263.70 per ons.

Penutupan terendah sejak 18 Oktober, menurut data dari FactSet. Harga dihitung dari keuntungan sekitar 1% pada minggu lalu.

Sementara itu perak untuk pengiriman Desember menguat 11,1 sen, atau 0,6%, ke $ 17,604 per ons setelah mengakhiri pekan lalu dengan kenaikan sempit sekitar 0,3%.

Indeks yang mengukur seberapa cepat produsen Amerika tumbuh mengalami rebound pada bulan Oktober dari tiga bulan terendah,

berpotensi mendapatkan kuartal keempat turun ke awal yang baik bagi perekonomian AS.

IHS Markit mengatakan flash index naik ke angka 53,2 pada bulan lalu dari 51,5 pada bulan September. (Best Profit Futures)

Data tersebut membantu Indeks dolar AS ICE menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan terakhir,

dengan indeks tersebut naik 0,1% oleh settlement emas, berada di 98,794 setelah level tertingginya di 98,846.

Sumber dari http://economy.okezone.com