PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Menguat Bukan karena Jokowi

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Rupiah memang bergerak menguat atas dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar

AS sempat menyentuh level Rp11.996 per USD. Banyak yang menilai bahwa penguatan Rupiah tersebut karena efek presiden Joko Widodo.

Menurut pengamat pasar modal William Suryawijaya, penguatan Rupiah bukanlah efek dari pasca-pelantikan Jokowi-JK.

William menjelaskan hal ini dikarenakan dolar AS sedang mengalami

fase kejenuhan yang sudah terlalu lama menguat, sehingga mata uang Negara Paman Sam tersebut melemah.

“Ini saya melihatnya, pergerakan dolar AS yang berbalik arah jadi melemah,

bukan Rupiah yang menguat, kan dolar AS naiknya cukup tinggi dan lama,

makanya sekarang dolarnya melemah,” ucap William kepada Okezone, di Jakarta, Selasa (BEST PROFIT FUTURES).

Terkait pelantikan Jokowi-JK yang sebagian menilai membuat Rupiah menguat, menurut William sentimen tersebut tidaklah terlalu besar.

Untuk itu, William meminta kepada pemerintahan mendatang untuk memperbaiki fundamental makroekonomi dalam negeri. (BEST PROFIT FUTURES).

“Itu cuma seremonial saja, jangan dianggap sesuatu yang terlalu mempengaruhi, jangan euforia sesaat aja.

Nanti orang-orang bertanya-tanya, abis pak Jokowi dilantik, kok Rupiah menguat sesaat aja,” tegasnya.

“Biarkan pemerintahan yang baru melangkah mengeluarkan kebijakan yang merangsang pasar dengan efek berkelanjutan dan menguat,” imbuhnya.

Dirinya pun memprediksi, dengan keadaan tersebut, Rupiah sampai akhir tahun tetap berada dilevel Rp11.900an per USD. “Saya prediksi Rupiah dilevel Rp11.500 per USD, karena dolar AS sedang melemah,” pungkasnya.

  (BEST PROFIT FUTURES).

Saham Jepang berfluktuasi terkait turunnya Nintendo Co untuk hari kedua menjelang laporan laba babak pertama, sementara Astellas Pharma Inc

mendukung kenaikan saham produsen obat karena investor mengalihkan perhatian mereka ke neraca perusahaan seiring musim pelaporan yang masuk ke ayunan penuh.

Indeks Topix turun 0,2 persen pada istirahat perdagangan di Tokyo, setelah diperdagangkan di kisaran ketat yang memperlihatkannya mendapatkan gain sebesar 0,1 persen.

Tentang jumlah yang sama pada saham naik maupun jatuh. Investor mengalihkan fokus mereka ke pendapatan untuk mengukur kesehatan Jepang Inc,

dengan lebih dari 350 perusahaan di Topix yang bersiap untuk

menyerahkan laporannya minggu ini, termasuk pembuat presisi-motor Nidec Corp pada hari Senin (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com