PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Melemah Jadi Rp 13.682 Per Dolar AS

Best Profit Futures – Nilai tukar rupiah melemah 85 poin menjadi Rp 13.682 per dolar AS dalam transaksi antarbank di Jakarta, Selasa, 9 Februari 2016.

“Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar AS seiring dengan sebagian pelaku pasar uang yang memanfaatkan untuk mengambil untung setelah

rupiah mengalami penguatan cukup signifikan pekan lalu,” kata Kepala Riset N.H. Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada.

Ia mengatakan fluktuasi harga minyak mentah dunia membuat pelaku pasar mengambil posisi transaksi jangka pendek terhadap aset-aset mata uang komoditas, salah satunya rupiah.

Harga minyak mentah dunia yang masih berada di level rendah di kisaran 30 sampai 33 dolar AS per barel,

menurut dia, memberikan sinyal bahwa perekonomian di negara berkembang masih cukup berisiko. (Best Profit Futures)

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan laporan tenaga kerja

Amerika Serikat pekan lalu direspons cukup positif oleh sebagian investor di pasar uang.

“Dolar AS bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama dunia

seiring optimisme beberapa pelaku pasar yang menilai kenaikan rata-rata upah

pekerja serta penurunan tingkat pengangguran selama bulan Januari merupakan alasan yang cukup kuat untuk meyakinkan bank sentral AS menaikkan suku bunga pada tahun ini,” katanya.(Best Profit Futures)

Saham-saham Jepang merosot, dengan indeks acuan menghapus gain September, seiring meningkatnya sentimen atas gejolak pada perusahaan pemberi pinjaman Jerman Deutsche Bank AG yang terdengar di pasar global.

Indeks Topix turun 1,5% menjadi 1,322.95 pada istirahat perdagangan di Tokyo,

menuju penurunan 0,5% bulan ini. saham New York yang terdaftar Deutsche Bank jatuh setelah Bloomberg News

melaporkan sekitar 10 hedge fund melakukan bisnis dengan kreditur telah bergerak untuk mengurangi

eksposur keuangan mereka.

Penurunan mengikuti permintaan dari otoritas AS bahwa Deutsche Bank membayar $ 14 milyar untuk menyelesaikan klaim perusahaan menjual sekuritas berbasis securities mortgage.

Saham-saham Hong Kong merosot, memangkas kinerja kuartalan terbaiknya dalam tujuh tahun terakhir,

karena kekhawatiran mengenai kesehatan pemberi pinjaman terbesar Jerman yang memacu penurunan perusahaan finansial.

Indeks Hang Seng turun 1,3% pada 10:17 pagi waktu setempat, sehingga memangkass gain sejak akhir Juni hingga 13%. Bank of Communications Co

memimpin Indeks perusahaan finansial lebih rendah, turun sebanyak 2,8%. perusahaan properti turun untuk hari kedua, dengan China Resources Land Ltd jatuh ke dua pekan terendah.

Indeks perusahaan China yang diperdagangkan di Hong Kong turun 1,3%, sedangkan indeks Shanghai Composite sedikit berubah.(Best Profit Futures)

Sumber : tempo.co