PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Ditaksir Melemah di Rp11.794-11.825

Best Profit Futures – Masih berlanjutnya penguatan dolar Amerika Serikat (AS) membuat laju Rupiah tidak berkutik dan pasrah tetap di zona merah. Pasalnya Rupiah masih belum mendapatkan sentimen positif dari luar negeri.

Research Analyst of AAEI, Reza Priyambada, mengatakan masih berlanjutnya pelemahan yen Jepang dan masih beredarnya spekulasi akan rencana The Fed menaikkan suku bunganya lebih cepat turut masih menjadi sentimen positif bagi laju dolar AS.

“Laju Rupiah di atas level support Rp11.793. Masih kuatnya laju dolar AS sepertinya akan sulit bagi Rupiah untuk menghadangnya sehingga akan berpeluang pelemahan lanjutan di Rp11.794-11.825 (kurs tengah BI),” kata dia dalam risetnya di Jakarta, Jumat (Best Profit Futures)

Dia melanjutkan, melemahnya yen memberikan sentimen positif buat laju Nikkei dan Topix namun, tidak diikuti oleh laju bursa saham Asia lainnya yang masih melanjutkan pelemahan.

“Rilis kenaikan inflasi bulanan China direspons negatif pelaku pasar yang mengkhawatirkan nantinya PboC akan mengetatkan kebijakan moneternya dan menunda stimulusnya,” katanya.

Menurutnya, penguatan bursa saham Eropa tampaknya tidak berlanjut di hari keempat

perdagangan di pekan ini seiring aksi wait and see menahan diri terhadap rilis data-data ketenagakerjaan AS.

“Rilis stagnannya inflasi di Jerman, Italia, dan Prancis turut direspons negatif seiring penilaian belum meningkatnya permintaan,” tukas dia.

  (Best Profit Futures)

Saham Jepang turun bersamaan dengan spekulasi dari calon presiden AS Hillary Clinton yang kehilangan kepemimpinan yang kuat kepada Donald Trump karena kontroversi e-mail, memacu ketidakpastian bagi investor dan meredam resiko.

Indeks Topix berada di 0,3 % lebih rendah pada pukul 9:01 pagi waktu Tokyo.

Lebih dari 500 perusahaan pada indeks acuan akan dijadwalkan untuk merilis labanya pada minggu tersibuk musim laba,

yang akan diumumkan pada hari Senin. Yen menguat terhadap dolar untuk hari kedua setelah

FBI mengatakan pada Jumat itu menemukan e-mail yang mungkin berkaitan dengan penyelidikan dari kandidat partai Demokrat Clinton. (Best Profit Futures)

Kontrak pada Indeks S & P 500 turun 0,3 % pada hari Senin. Clinton memiliki 46 persen suara, melawan Trump 45 persen, menurut sebuah jajak pendapat dari ABC News / Washington Post.

Sekitar sepertiga dari pemilih mengatakan bahwa mereka cenderung mendukung pengungkapan terbaru

Clinton yang diberikan dari Direktur FBI James Comey, sementara 63 persen mengatakan tidak ada bedanya.

Di Tokyo, Indeks Topix bersiap untuk keuntungan bulanan terbesar sejak Juli karena mata uang Jepang turun sekitar 3 % terhadap dolar,

mendorong kenaikan disektor eksportir yang diperkirakan untuk tahun ini. Lebih dari 233 perusahaan yang akan merilis labanya pada

Senin ini, termasuk Honda Motor Co, Panasonic Corp, Fanuc Corp, dan Murata Manufacturing Co. (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com