PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Ditaksir Bergerak di Rp11.626-Rp11.608

Best Profit Futures –  Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak

di level Rp11.626-Rp11.608 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).

“Laju Rupiah di bawah level resisten Rp11.615 per USD,” ucap Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat (30/5/2014).

Menurut Reza, pelemahan yang terjadi pada Rupiah dimanfaatkan pelaku pasar untuk

kembali mentransaksikannya, sehingga dapat kembali menguat meskipun masih dalam kisaran yang tipis.

“Apalagi dengan menguatnya yen Jepang, setelah nilai tukar euro menunjukkan pelemahan

dengan respons negatif terhadap kenaikan di atas estimasi angka pengangguran Jerman,” imbuhnya. (Best Profit Futures)

Menurutnya, pergerakan dolar AS akan sedikit tertahan, karena menguatnya nilai tukar yen Jepang yang ditopang spekulasi Bank of Japan (BoJ)

akan berencana memperluas pelonggaran moneter untuk memenuhi target inflasi.

(Best Profit Futures)

Minyak mempertahankan kerugian didekat penutupan terendah dalam tujuh minggu karena Iran meningkatkan produksinya dan

karena produsen minyak AS meningkatkan jumlah rig aktif untuk yang terbesar sejak Februari, menandakan bertahannya kelimpahan pasokan global.

Minyak berjangka naik 0,4 persen di New York setelah jatuh 4,1 persen selama dua sesi sebelumnya.

Produksi dari tiga lading di Iran barat meningkat menjadi sekitar 250.000 barel dalam sehari dari 65.000 barel pada tahun 2013,

lebih cepat dari yang diharapkan, berita dari kementerian minyak Shana melaporkan pada hari Minggu. Rig AS menargetkan minyak mentah naik 2 hingga 452 pada pekan lalu,

menurut data dari Baker Hughes Inc. pada hari Jumat, karena peningkatan efisiensi pengeboran telah memungkinkan produsen minyak untuk terus memperluas kerja ladang minyak.

Minyak tergelincir di bawah $ 45 per barel menyusul kegagalan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) pada bulan lalu menyepakati kuota produksi untuk masing-masing negara.

Target harus disepakati sebelum kesepakatan kelompok untuk memotong produksi dapat diselesaikan pada pertemuan 30 November mendatang.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan pada akhir pekan bahwa anggota harus setuju untuk menerapkan penurunan produksi yang diusulkan untuk membantu menyeimbangkan pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember berada di level $ 43,57 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 16 sen,

pada pukul 11:06 siang di Sydney. Total volume perdagangan sekitar 45 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari berada di $ 44,86 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, naik 11 sen.

Minyak mentah acuan global diperdagangkan sampai Januari lebih besar 61 sen dari WTI.

Kegagalan OPEC untuk melaksanakan kesepakatan bisa menyeret turun minyak mentah ke level $ 35 per barel, sementara kesuksesan

pada pertemuan kelompok di Wina dapat mendorong minyak ke $ 60, kata ketua eksekutif PIRA Energy Group, Gary Ross.

Sumber dari http://economy.okezone.com