PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Diharapkan Bertahan dari Gempuran Sentimen Negatif

Best Profit Futures – Nilai tular Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat diharapkan mampu bertahan menguat. Maraknya sentimen negatif membuat peluang Rupiah melemah.

“Laju Rupiah di bawah level resisten Rp11.726 per USD.

Laju Rupiah diharapkan dapat bertahan di tengah gempuran sentimen negatif yang ada,”

ungkap Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada dalam risetnya, Rabu (6/8/2014). (Best Profit Futures)

Sementara itu, Rupiah diperkirakan pada perdagangan esok hari mampu bergerak di kisaran Rp11.741- Rp11.727 per USD menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Sebelumnya, pasca rilis penurunan GDP kuartalan dan YoY Indonesia,

laju Rupiah berakhir naik tipis. Dengan mencermati kembali defisitnya neraca perdagangan dan kali ini rilis penurunan data GDP tersebut membuat pelaku pasar berekspektasi BI

tidak akan merubah suku bunga acuan BI rate sehingga di periode selanjutnya laju GDP dapat diperbaiki. (Best Profit Futures)

“Ekspektasi tersebut menahan pelemahan Rupiah. Di sisi lain, laju positif dari AUD setelah RBA tetap mempertahankan suku bunga acuan RBA dan naiknya

AIG service Index Australia serta apresiasi GBP setelah rilis kenaikan indeks jasa Inggris turut menambah sentimen positif bagi Rupiah,” jelasnya.

 (Best Profit Futures)

Emas naik untuk hari kelima untuk perdagangan di dekat level tertinggi dalam hampir sebulan terakhir seiring meningkatnya kekhawatiran menjelang pemilihan presiden AS

pada pekan depan mendorong investor untuk mencari aset haven, dengan jajak pendapat terbaru menunjukkan keunggulan yang dominan Hillary Clinton atas Donald Trump yang lesu.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,2 % ke level $ 1,290.94 per ons dan berada di level $ 1,290.18 pada pukul 9:25 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg.

Pada hari Selasa, harga bullion menguat menjadi $ 1,291.98, yang tertinggi sejak 4 Oktober.

Harga emas jatuh pada bulan lalu di tengah harapan Federal Reserve yang bersiap untuk menaikkan biaya pinjaman. Sementara pembuat kebijakan Fed menyimpulkan pertemuan bulan November mereka pada hari Rabu,

kemungkinan kenaikan hanya 16 persen dan pemilihan presiden AS telah menjadi perhatian yang lebih besar. Rasa kekhawatiran di pasar didorong oleh

ABC News / Washington Post dalam jajak pendapat yang ditempatkan kandidat Partai Republik Trump satu persen poin dari pesaingnya dari Partai Demokrat.

Sumber dari http://economy.okezone.com