PT Best Profit Futures Surabaya

Rupiah Dibuka Semakin Terpuruk ke Rp12.221/USD

Best Profit Futures – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka berada dalam tekanan. Mata Uang Garuda tertekan apresiasi yang terjadi pada Greenback,

lantaran rendahnya pengangguran di negeri Paman Sam tersebut.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Senin (6/10/2014), Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 44 poin atau 0,36 persen ke Rp12.221 per USD.

Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp12.207-Rp12.223 per USD.  (Best Profit Futures)

Dolar AS semakin jumawa, setelah data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan, tingkat pengangguran turun menjadi 5,9 persen, terendah sejak Juli 2008. Sedangkan payrolls meningkat sebesar 248.000 pekerja.  (Best Profit Futures)

Tekanan dolar AS, tidak terlepas dari pelemahan yen Jepang, lantaran Bank of Japan (BoJ) mulai mempertimbangkan

kembali stimulus 7 triliun yen atau USD63,8 miliar per bulan, memulai pertemuan dua hari ini. Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda, mengatakan bahwa pelemah yen tidak buruk bagi ekonomi Jepang.

Sedangkan di Eropa, euro mengalami tekanan karena ekonomi terbesar di Eropa, Jerman, mengalami tekanan. Pesanan output pabrik di Jerman mungkin turun 2,5 persen pada Agustus ini.

  (Best Profit Futures)

Sebagian besar saham-saham di Asia melemah, mengikuti penurunan pada ekuitas AS, terkait jatuhnya perusahaan energi dengan minyak dan laba dari Apple Inc. yang mengecewakan sehingga membebani pemasok di wilayah ini.

Indeks MSCI Asia Pacific turun kurang dari 0,1 persen ke 140,40 pada 09:06 pagi di Tokyo, dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap saham yang naik.

Perusahaan energi memimpin kerugian di antara 11 kelompok industri lainnya,

sementara Samsung Electronics Co melemah setelah Apple melaporkan penurunan harga untuk

smartphone dan meramalkan profitabilitas yang lebih rendah dari perkiraan selama masa liburan.

Indeks Topix Jepang turun terkait penguatan yen menguat, sedangkan data menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen AS turun lebih dari perkiraan pada bulan Oktober.  (Best Profit Futures)

Indeks MSCI Asia Pacific turun kurang dari 0,1 persen ke 140,40 pada 09:06 pagi di Tokyo,

dengan lebih dari dua saham jatuh untuk setiap saham yang naik.

Perusahaan energi memimpin kerugian di antara 11 kelompok industri lainnya, sementara Samsung Electronics Co melemah setelah Apple melaporkan penurunan harga untuk smartphone

dan meramalkan profitabilitas yang lebih rendah dari perkiraan selama masa liburan. Indeks Topix Jepang turun terkait penguatan yen menguat,

sedangkan data menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan konsumen AS turun lebih dari perkiraan pada bulan Oktober.  (Best Profit Futures)

Sumber dari http://economy.okezone.com