PT Best Profit Futures Surabaya

RI – Tiongkok Teken 12 Nota Kesepahaman

BEST PROFIT FUTURES SURABAYA – Indonesia menandatangani 12 kerja sama melalui nota kesepahaman dengan Tiongkok.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai bahwa kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan

Tiongkok masih menyisakan ruang yang luas untuk meningkatkan kemanfaatan bagi Indonesia yang belum terpenuhi.

“Sekarang Indonesia perlu berusaha mendapatkan kemanfaatan kerja sama regional maupun bilateral secara optimal bagi kemakmuran rakyat,

seperti dengan China yang sebenarnya hubungan kerja samanya sudah terjalin lama,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto pada siaran pers, Minggu (BEST PROFIT FUTURES).

Suryo mengatakan, kerja sama regional ASEAN juga terus berkembang secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal pada tahun 2015 nanti akan diberlakukan ASEAN Economic Community,

sedangkan secara horizontal kerja sama antara ASEAN dengan negara-negara lain terus berkembang. Selain dengan China,

ASEAN juga mendapat lamaran kerja sama dengan Jepang, Korea, India, Uni Eropa, Australia dan juga dengan Amerika Serikat.

Kadin Indonesia, kata dia, akan melakukan upaya-upaya serta melakukan orientasi kerja sama dengan negara lain, khususnya dengan China yang dinilai cukup strategis.

“Adanya keinginan Pemerintah China membangun Jalan Sutera Abad 21 kita menyambut

baik sebagai dorongan untuk mempercepat visi Indonesia sebagai Negara Maritim,”

kata Suryo. Sebagaimana diketahui Jalan Sutera di masa lalu membentang dari daratan China ke laut di Asia Tenggara, termasuk lautan di kepulauan nusantara.

Ke depan, pihaknya mengharapkan agar kerja sama antara Indonesia dan China harus lebih produktif, seimbang dan sejajar. Senada dengan Suryo,

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan bahwa kerja sama di antara kedua negara harus saling menguntungkan dan memperhatikan kualitas.

Jokowi mengatakan, kerja sama di antara Indonesia dengan China dilakukan untuk mempercepat pembangunan. Dia pun mengatakan akan membangun

24 pelabuhan yang tersebar di daerah- daerah Indonesia. Selain itu peluang untuk investasi lainnya adalah pembangunan powerplant karena daerah Sumatera,

Kalimantan, Sulawesi dan lainnya masih kekurangan listrik. (BEST PROFIT FUTURES).

“Di power plant ada masalah perizinan dan pembebasan lahan. Dulu perizinan mengurus power plant bisa mencapai 2 tahun, 4 tahun bahkan 6 tahun.

Ini masalah besar yang harus diselesaikan, kita akan ada kantor perizinan one stop service untuk investasi,” kata Jokowi. (BEST PROFIT FUTURES).

Hingga saat ini, lanjut dia, masih ada defisit neraca perdagangan yang besar karena impor minyak masih tinggi sehingga ke depan Indonesia akan mencoba menaikkan lifting produksi minyak.

Sementara untuk hasil pertambangan, Indonesia akan menjual barang dengan minimal setengah jadi dan barang jadi.

Sementara itu, pada acara yang dihadiri 170 pengusaha Indonesia dan 150 pengusaha China tersebut, telah di tanda tangani 12 Memorandum of Understanding (MoU)

kerja sama di berbagai sektor seperti logistik, transportasi, pertambangan, energi, industri gula tebu dan kawasan industri. (BEST PROFIT FUTURES).

Di sektor logistik telah ditandatangani MoU antara PT Zadasa dengan Shen Zhen Tian He Wei Hang dengan investasi mencapai USD5,510 juta.

MoU lainnya adalah PT Resteel Industry dengan China Railway Construction, PT Eka Sampoerna Sukses dengan Fujian Yinhai Group dengan investasi mencapai USD1,3 juta,

Maspion Group dengan Shining Resources total investasinya mencapai USD100 juta untuk pembangunan smelter,

Global Sukses Group dan Cahaya Sukses International dengan Fujian Tian Mao dengan investasi USD1,5 juta.

Selain itu juga ada PT Wijaya Infrastruktur Indonesia dengan Golden Mega International Holdings mencapai USD120 juta, PT Integral Mining Nusantara dengan Jiangsu Wei-Wei Mining mencapai USD775 juta,

dan PT Sinar Sukses Mandiri dengan zhong Ji Hao mencapai USD306 juta. Lalu juga ada PT Indonesia Energy Prima dengan SDIC International Trade mencapai USD350 juta,

PT Kayan Hydro Energy dengan Shanghai Electric Power mencapai USD17,8 milyar, PT Adaro Power dengan China Shenhua Overseas, dan PT MAESA Optimalah Mineral dengan Vansun Holding Group. (BEST PROFIT FUTURES).

Sumber dari http://economy.okezone.com/